Timnas Indonesia U-23 jelang terima medali runner up Piala AFF U-23 2025. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
INDOZONE.ID - Pelatih Gerald Vanenburg menjelaskan alasan di balik penggunaan formasi 3-4-3 kala Timnas Indonesia U-23 kalah 0-1 dari Vietnam di final Piala AFF U-23 2025 (ASEAN U-23 Championship 2025).
Sepanjang Piala AFF U-23 2025, Timnas Indonesia U-23 bermain dengan skema empat bek. Akan tetapi, skema tiga bek jadi pilihan Garuda Muda kala mentas di final.
Perubahan formasi itu sayangnya tidak membuahkan hasil sesuah harapan. Garuda Muda justru takluk dengan skor tipis 0-1 dari Vietnam.
Gol kemenangan Vietnam dicetak oleh Chong Puong Nguyen pada menit ke-36. Meski berusaha keras menyamakan kedudukan, upaya Garuda Muda berujung sia-sia.
Pemilihan skema tiga bek seharusnya tidak jadi masalah untuk para pemain Timnas Indonesia U-23, menurut Vanenburg.
Vanenburg menilai para pemain seharusnya bisa menerjemahkan apa yang dimau oleh pelatih via formasi tiga bek.
Juru taktik asal Belanda itu pun meminta Timnas Indonesia U-23 bisa berkembang jadi lebih baik lagi di turnamen berikutnya.
“Menurut saya, yang paling penting adalah ketika kami bermain, para pemain harus mengerti apa yang kami lakukan. Saya rasa kami melakukannya dengan baik. Langkah berikutnya adalah berkembang dan bermain di level yang lebih tinggi. Sistem permainan itu selalu ada, tetapi yang paling penting adalah para pemain bisa menjalankan apa yang kami mau,” ucap Vanenburg.
Sementara itu, kekalahan 0-1 dari Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa 29 Juli 2025, malam WIB, terasa amat menyakitkan bagi Garuda Muda.
Bagaimana tidak, kekalahan ini mengulang kegagalan Timnas Indonesia U-23 pada edisi 2023 yang digelar di Thailand kala itu.
Pada final Piala AFF U-23 2023, Timnas Indonesia U-23 imbang 0-0 dengan Vietnam sebelum takluk 5-6 dalam adu penalti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan