Cristian Romero saat bermain di Tottenham Hotspur. (Instagram/@spursofficial)
INDOZONE.ID - Thomas Frank merasakan kekalahan perdananya sebagai pelatih Tottenham Hotspur pada Kamis 7 Agustus 2025. Tim asuhannya harus mengakui keunggulan juara Bundesliga, Bayern Munchen, dengan skor telak 0-4.
Pertandingan ini menjadi perhatian karena mempertemukan Spurs dengan mantan bintang mereka, Harry Kane. Striker timnas Inggris itu membuka keunggulan Bayern lewat gol indah dua sentuhan.
Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa gol tersebut seharusnya dianulir karena offside.
Bayern tak mengendurkan serangan di babak kedua. Kingsley Coman, Lennart Karl, dan Jonah Kusi-Asare masing-masing mencetak gol tambahan dan memastikan kemenangan telak bagi raksasa Jerman tersebut.
Baca juga: Harry Kane Akhirnya Pecah Telur Trofi, Resmi Juara Bundesliga Bareng Bayern Munchen
Meski tidak tampil buruk, Tottenham terlihat bermain dengan kesadaran bahwa mereka tertinggal jauh dari lawannya.
Fakta berbicara, musim lalu Spurs hanya mampu finis di peringkat 17 Premier League, sedangkan Bayern menjadi juara Bundesliga dengan selisih 13 poin dari pesaing terdekatnya Bayer Leverkusen.
Formasi bertahan yang diterapkan Frank mengandalkan kecepatan Mohammed Kudus dan Brennan Johnson untuk melakukan serangan balik.
Sayangnya, taktik ini tidak membuahkan hasil. Saat mencoba bermain lebih menyerang, Spurs justru rentan dan dihukum oleh serangan balik cepat Bayern.
Pertandingan ini memang menggunakan bola resmi UEFA Champions League, tetapi itu tidak cukup untuk membuat Tottenham tampil percaya diri.
Kembalinya mereka ke Liga Champions akan menjadi ujian yang tidak mudah, terutama jika melihat performa melawan tim sekelas Bayern.
Dengan kekalahan telak ini, Thomas Frank perlu melakukan evaluasi besar-besaran. Tanpa adanya perbaikan, Tottenham bisa kesulitan bersaing di Liga Champions, apalagi melawan tim-tim yang memiliki kedalaman skuad dan pengalaman seperti Bayern Munich.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK