Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (Reuters/Lee Smith)
INDOZONE.ID - Manchester United (MU) kembali menjadi bahan pembicaraan setelah data terbaru mengungkapkan, bahwa mereka memiliki nilai uang terburuk ketimbang klub-klub lain di Premier League.
Fakta ini semakin memperpanjang daftar masalah yang sedang dihadapi tim asuhan Ruben Amorim.
Ruben Amorim mendapat tekanan yang besar setelah menggelontorkan dana hingga 200 juta Poundsterling di bursa transfer musim panas ini.
Baca juga: Butuh Waktu, Ruben Amorim Sebut Manchester United Belum Siap Kembali ke Liga Champions
Meski mendatangkan pemain seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko, Setan Merah tetap belum meraih kemenangan pertama mereka musim ini.
Lini depan masih tumpul dan lini tengah gagal memberikan kontrol permainan. Situasi ini membuat Manchester United berpotensi kembali aktif di bursa transfer meski waktunya hanya tersisa kurang dari satu pekan.
Pengeluaran semua klub Premier League musim 2025/2026. (Instagram/@skysports)
Manchester United sudah lama dikritik karena tidak mampu memaksimalkan rekrutan baru. Lalu, beberapa pihak menilai klub ini justru menghambat perkembangan pemain muda .
Kritik tersebut kini semakin terbukti setelah Transfermarkt merilis data yang menunjukkan United berada di posisi terbawah dalam tabel perbandingan biaya skuad dengan nilai pasar saat ini.
Dari total investasi 1,1 miliar Poundsterling, nilai pasar skuad mereka kini hanya sekitar 769 juta Poundsterling. Artinya, ada kerugian besar yang mencapai 322,9 juta Poundsterling.
Kerugian finansial ini menjelaskan mengapa Manchester United rela melepas sejumlah pemain bintang dengan harga jauh di bawah pasaran.
Nama-nama seperti Jadon Sancho dan Antony kini masuk daftar jual karena tidak lagi masuk rencana tim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sky Sports, Transfermarkt