Mikel Arteta terlihat sedih setelah Arsenal kalah dari PSG (Reuters/Peter Cziborra)
INDOZONE.ID - Arsenal kembali menatap Liga Champions 2025/2026 dengan ambisi setelah kekecewaan musim lalu.
The Gunners harus puas hanya sampai semifinal usai disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) yang akhirnya keluar sebagai juara.
Kekalahan itu menjadi tamparan sekaligus pengalaman berharga untuk Mikel Arteta dan timnya.
Baca juga: Arsenal Gagal ke Final, Mikel Arteta Tetap Sombong: Kami Tim Terbaik di Liga Champions Musim Ini
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa kegagalan musim lalu menjadi titik balik bagi timnya.
Ia menilai, perjalanan panjang di Liga Champions memberikan pelajaran penting untuk membawa Arsenal lebih kuat musim ini.
“Banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari kegagalan itu,” ujar Arteta, Senin (15/9/2025), menjelang laga tandang melawan Athletic Bilbao, Selasa (16/9/2025).
“Namun, itu juga menyakitkan karena ekspektasi tinggi yang sudah kami bangun, serta keyakinan kuat di dalam klub dan tim bahwa kami bisa melangkah hingga akhir," tambahnya.
Baca juga: Arsene Wenger Tidak Setuju dengan Pernyataan Mikel Arteta soal Arsenal Lebih Baik dari PSG
"Kami sudah menunjukkan konsistensi dan kualitas sepanjang kompetisi, dan sekarang saatnya belajar serta berkembang," lanjutnya.
Arteta menambahkan, pencapaian terbaik Arsenal sejauh ini adalah final Liga Champions 2006 ketika kalah dari Barcelona.
Ia menyebut sejarah panjang tanpa trofi Eropa justru menjadi motivasi besar untuk mengubah nasib klub.
Menurut Arteta, Liga Champions adalah kompetisi yang penuh dengan ujian. Banyak klub besar harus mencoba berulang kali sebelum akhirnya meraih gelar.
Ia menegaskan, kegagalan memang lebih sering dialami daripada keberhasilan, namun hal itu justru menjadi tantangan yang ingin dihadapi Arsenal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters