Trofi Piala Dunia 2026 (REUTERS/Eduardo Munoz)
INDOZONE.ID - FIFA tengah mengkaji kemungkinan memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim pada edisi 2030. Rencana ini diproyeksikan sebagai perayaan 100 tahun turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Pada edisi 2026, jumlah peserta sudah dipastikan bertambah dari 32 menjadi 48 tim. Akan tetapi, ide memperluas lagi hingga 64 tim untuk Piala Dunia 2030 menimbulkan pro dan kontra di kalangan pecinta sepak bola maupun federasi.
Baca juga: Kenalan dengan Maple, Zayu, dan Clutch: Maskot Resmi Piala Dunia 2026 yang Penuh Warna!
Belum lama ini, para petinggi FIFA menggelar pertemuan dengan Presiden Uruguay dan Paraguay di New York. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan dari CONMEBOL serta Asosiasi Sepak Bola Argentina.
“Kami ingin menyerukan persatuan, kreativitas, dan keberanian untuk bermimpi besar. Ketika sepak bola dapat dinikmati semua orang, perayaan ini benar-benar menjadi milik dunia,” ujar Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez.
Menurut laporan The New York Times, rencana menambah peserta menjadi 64 tim pertama kali diusulkan oleh Asosiasi Sepak Bola Uruguay pada Maret lalu.
Uruguay sendiri memiliki sejarah karena menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama pada 1930.
Baca juga: Amerika Serikat Siap Hadang Upaya Sejumlah Negara yang Tolak Israel Ikut Piala Dunia 2026
Meski menarik, rencana ini juga menimbulkan sejumlah kekhawatiran. Jika jumlah peserta benar-benar bertambah hingga 64 tim, maka total pertandingan akan melonjak menjadi 128 laga.
Hal tersebut berpotensi menambah beban pada kalender FIFA yang selama ini sudah sangat padat.
Karena itu, jika format 64 tim disetujui, FIFA berencana kembali menurunkan jumlah peserta ke 48 tim pada edisi 2034.
Dengan begitu, keseimbangan antara jumlah laga dan waktu istirahat pemain tetap bisa dijaga.
Baca juga: Sindiran Pedas Toni Kroos untuk Timnas Jerman: Skuad Medioker dan Sulit Bersaing di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim peserta. Amerika Serikat didapuk sebagai tuan rumah utama, sementara Meksiko dan Kanada turut menyelenggarakan beberapa laga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The New York Times, CONMEBOL