INDOZONE.ID - Catatan PSIM Yogyakarta yang sering menang di laga away harus terhenti di markas PSM Makassar.
Duel bertajuk big match antara PSM Makassar dengan PSIM Yogyakarta yang digelar di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sabtu (27/9/2025) sore Wita, berakhir imbang tanpa gol.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku puas dengan hasil imbang di markas PSM Makassar.
Baca juga: Jelang Hadapi PSM Makassar, PSIM Yogyakarta Boyong 23 Pemain ke Parepare
Meski demikian, ia mengkritik penyelesaian akhir anak asuhnya yang mendapatkan 12 shots dengan 6 tendangan mengarah ke gawang.
"Saya sangat puas dengan hasil tadi dan akan mendorong agar pemain bisa konsisten dengan permainan seperti tadi," kata Van Gastel saat konferensi pers.
"Meski kita mencatatkan peluang di depan gawang, ini merupakan permainan terburuk kami di awal musim ini," tambahnya.
Kemudian, juru taktik berpaspor Belanda itu menyinggung soal waktu pertandingan yang digelar sore hari.
Menurutnya, jika pertandingan melawan PSM berlangsung malam, mungkin hasilnya berbeda.
"Kami juga biasanya main malam. Jika (pertandingan) ini dimainkan malam, mungkin hasilnya akan berbeda," ungkapnya.
Meski demikian, Van Gastel tetap mengapresiasi perjuangan Nermin Haljeta dkk. yang mampu mempertahankan catatan tidak terkalahkan di pertandingan kandangnya.
"Salah satu filosofi saya, apabila kita tidak bisa menang, setidaknya kita tidak kalah, dan tim bisa memberikan dominasinya," ujarnya.
Selain itu, pelatih tim berjuluk Laskar Mataram juga memuji penampilan dua kiper di laga tersebut.
Ia menilai pemain terbaik di pertandingan tadi adalah kiper PSM Makassar, Hilmansyah, dan kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung