Presiden FIFA, Gianni Infantino saat menghadiri kongres (REUTERS/Jean Biziman)
INDOZONE.ID - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana perdamaian dan persatuan, bukan alat untuk menyelesaikan konflik politik.
Pernyataan ini muncul di tengah desakan keras agar Israel dikeluarkan dari kompetisi internasional.
Dalam rapat dewan FIFA di Zurich pada Kamis (2/10/2025), isu mengenai Israel tidak masuk dalam agenda resmi.
Pertemuan tersebut digelar menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pekan depan.
Baca juga: Saling Lempar! FIFA Serahkan Nasib Timnas Israel di Kompetisi Eropa Ada di Tangan UEFA
Usai rapat, Infantino bertemu secara pribadi dengan Ketua Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub.
Ia memuji sikap tegas Federasi Palestina dalam menghadapi situasi sulit yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.
Timnas Israel. (REUTERS PHOTO)
Selama dua tahun terakhir, desakan untuk menyingkirkan Israel dari sepak bola Eropa semakin kencang, terutama akibat konflik berkepanjangan di Gaza, Palestina.
Namun, tekanan tersebut sempat mereda setelah adanya upaya perdamaian yang dimediasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih.
Baca juga: Amerika Serikat Siap Hadang Upaya Sejumlah Negara yang Tolak Israel Ikut Piala Dunia 2026
Meski begitu, FIFA dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan persoalan geopolitik.
Infantino menilai peran FIFA adalah menjaga nilai-nilai sepak bola di tengah situasi politik global yang rumit.
“FIFA tidak dapat menyelesaikan masalah politik global, tetapi sepak bola harus menjadi sarana persatuan, pendidikan, budaya, dan kemanusiaan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP News