Mees Hilgers. (Instagram/@meeshilgerss)
INDOZONE.ID - Presiden Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Belanda (VVCS), Evgeniy Levchenko, mengaku heran karena hingga kini bek timnas Indonesia, Mees Hilgers, belum menghubungi pihaknya untuk meminta dukungan atas masalah yang sedang dihadapinya.
“Kami belum menerima kabar atau kontak apa pun dari Mees Hilgers, dan hal itu cukup mengejutkan,” ujar Levchenko, dikutip dari Twente Insite.
Bek berusia 24 tahun itu diketahui masih menjalani sanksi dari FC Twente akibat masalah perpanjangan kontrak. Ia dilarang bermain di pertandingan resmi, tetapi masih diperbolehkan berlatih dan mengikuti laga uji coba bersama tim.
Baca juga: Jurnalis Belanda ini Ungkap Mees Hilgers Hampir Pindah ke Udinese, Namun Dijegal FC Twente
Levchenko menjelaskan, VVCS memiliki banyak pengalaman dalam membantu pemain yang mengalami masalah dengan klubnya. Menurutnya, asosiasi tersebut siap turun tangan jika Hilgers membutuhkan pendampingan profesional.
“Kami memiliki keahlian dan pengalaman bertahun-tahun dalam situasi seperti ini. Setiap pemain berhak datang kepada kami untuk mencari solusi,” jelasnya.
Baca juga: Drama Mees Hilgers dan FC Twente: Sang Agen Ungkap Kliennya tak Pernah Mengatakan ingin Hengkang
Ia juga menilai bahwa banyak agen atau penasihat yang memilih berhati-hati dalam menyikapi masalah kontrak karena tidak ingin merusak hubungan dengan klub.
“Sayangnya, akibat hal itu, kepentingan pemain kerap terabaikan. Di VVCS, prioritas kami selalu berada pada pihak pemain,” tegas Levchenko.
Meski siap membantu, Levchenko menegaskan bahwa pihaknya belum dapat mengambil inisiatif karena masih minim informasi soal kondisi Hilgers.
“Kami butuh gambaran lengkap untuk bisa membantu, dan saat ini kami belum mendapatkannya,” imbuhnya.
Baca juga: Belum Dimainkan FC Twente Musim ini, Direktur VVCS Sebut Mees Hilgers Alami Perundungan
Ia menambahkan, FC Twente memiliki hak penuh untuk menentukan siapa yang bermain di tim utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Twente Insite