Franco Colapinto. (Motorcycle Sports)
INDOZONE.ID - Sirkuit The Americas (COTA) menjadi saksi bisu drama internal yang bikin geger di tim Alpine.
Bukan soal perebutan podium, tapi soal "perang saudara" antara dua pembalapnya di barisan belakang.
Pembalap rookie asal Argentina, Franco Colapinto, secara terang-terangan menolak perintah team order, yang auto bikin petinggi tim tepuk jidat.
Kejadian ini bukan cuma soal salip-menyalip biasa. Melainkan soal hierarki, kepercayaan, dan masa depan seorang pembalap yang lagi di ujung tanduk. Penasaran?
Baca juga: Dilempari Gelas, Wasit Setop Laga Standard Liege vs Royal Antwerp di Menit ke-88
Cerita dimulai saat duo Alpine, Franco Colapinto dan Pierre Gasly, berada di posisi buncit, yakni P16 dan P17.
Gasly, yang melakukan pit stop sangat awal di lap 27 mengganti ban Soft, mulai kehilangan kecepatan secara drastis.
Bannya sudah aus, membuatnya jadi target empuk bagi pembalap di belakangnya.
Melihat situasi ini, pit wall Alpine memberikan perintah yang jelas kepada Colapinto yang berada tepat di belakang Gasly.
"Tahan posisi, jangan menyerang," perintah yang digaungkan tim pada pembalap mereka.
Baca juga: Rehat dari Dunia Kepelatihan, Jurgen Klopp Terbuka Jika Kembali Ditawarkan Mengasuh Liverpool
Reaksi Colapinto di radio tim? Ikonik dan penuh rasa tidak percaya. "Hah? Tahan posisi?! Tapi dia lambat, weh!" jawabnya dengan nada protes.
Nggak butuh waktu lama, Colapinto yang ngotot merasa lebih cepat, langsung melakukan manuver agresif dan menyalip Gasly di Tikungan 1.
Sebuah pembangkangan yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net