Sir Jim Ratcliffe saat di Old Trafford (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan, tidak pernah merasa berada di bawah tekanan dari Sir Jim Ratcliffe.
Menurutnya, pemilik minoritas Manchester United itu selalu menunjukkan keyakinan penuh terhadap proyek jangka panjang yang sedang ia bangun di Old Trafford.
Amorim menyebutkan, Ratcliffe memahami arah yang ingin dicapai tim dan terus memberikan kepercayaan penuh meskipun hasil belum selalu memuaskan.
Baca juga: Didukung Sir Jim Ratcliffe, Ruben Amorim Tidak Takut Dipecat Manchester United
“Sir Jim Ratcliffe selalu percaya dan tahu apa yang kami lakukan. Saya tidak pernah merasa malu dengan hasil yang kami peroleh. Justru tantangan terbesarnya adalah menghadapi ekspektasi para penggemar yang ingin kemenangan di setiap laga,” katanya.
Keraguan terhadap posisi Amorim sempat mencuat setelah kekalahan telak dari Brentford, dan penampilan buruk saat menghadapi Manchester City.
Namun, Ratcliffe tak goyah. Ia justru hadir langsung di Old Trafford untuk memberikan dukungan moral ketika United menghadapi Brighton & Hove Albion yang selama ini dikenal sebagai salah satu lawan sulit bagi Setan Merah.
Baca juga: Ruben Amorim Bantah Kunjungan Sir Jim Ratcliffe ke Carrington Terkait Masalah di Manchester United
Dukungan itu terbayar lunas. Amorim berhasil membawa United tampil impresif, dan meraih kemenangan penting atas Brighton.
“Saya hanya merasakan urgensi untuk terus menang. Dalam sepak bola, segalanya bisa berubah dalam sepekan,” kata Amorim.
“Karena itu, kami harus menikmati momen ini dan fokus pada pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Selebrasi Ruben Amorim saat Manchester United menang. (REUTERS/Phil Noble)
Di bawah arahan Ruben Amorim, Manchester United menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Kemenangan 4-2 atas Brighton & Hove Albion di Old Trafford pada Sabtu (25/10/2025) lalu, menjadi bukti, proyek Amorim mulai menunjukkan hasil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK