Animo suporter Timnas Indonesia usai kemenangan skuad Garuda atas China (Instagram @jayidzes)
INDOZONE.ID - Perbincangan mengenai siapa yang akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia pasca pemecatan Patrick Kluivert, menjadi topik hangat di kalangan media internasional.
Salah satu yang ikut menyoroti isu ini, adalah VNExpress, media olahraga ternama asal Vietnam.
Suporter Timnas Indonesia (Instagram @lagrandeindonesia12)
Dalam laporannya, VNExpress menilai PSSI sedang mengalami kesulitan bukan karena masalah dana atau reputasi, melainkan tekanan yang datang dari para suporter Timnas Indonesia.
Dalam artikelnya berjudul “Timnas Indonesia Kesulitan Merekrut Pelatih karena Tekanan Para Pendukung”, media Vietnam tersebut menyebut PSSI kini sangat berhati-hati untuk menentukan sosok pengganti Kluivert.
Menurut VNExpress, fanatisme sebagian pendukung Timnas Indonesia justru membuat situasi semakin rumit bagi PSSI.
“PSSI berhati-hati dalam mencari pelatih baru untuk menggantikan Patrick Kluivert karena ekstremisme para pendukung,” tulis VNExpress.
VNExpress juga mengutip pernyataan Ketua Umum(Ketum) PSSI Erick Thohir, yang menyebut perhatian dunia terhadap sepak bola Indonesia kini bukan hanya karena prestasi di lapangan, tetapi juga karena perilaku sebagian pendukung di media sosial.
Dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2025, Erick menegaskan PSSI belum menjalin komunikasi dengan calon pelatih mana pun hingga kala itu.
Baca juga: Rangkuman Konferensi Pers Terbaru PSSI: Soal Pelatih Timnas Indonesia hingga Piala Dunia U-17
“Kami belum menjalin komunikasi dengan calon pelatih. Fokus kami saat ini adalah menjaga citra Indonesia di mata dunia sepak bola agar tidak dinilai negatif,” ujar Erick.
Erick menambahkan, berbagai insiden di media sosial selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 turut memengaruhi pandangan media internasional terhadap sepak bola Indonesia.
Komentar pedas yang ditujukan kepada pemain, pelatih, hingga wasit, disebut menjadi salah satu alasan citra Indonesia di mata dunia ikut terpengaruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VNExpress