Pep Guardiola saat di Manchester City. (REUTERS/Hannah Mckay)
INDOZONE.ID - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, akan menjalani laga ke-1000 dalam karier kepelatihannya pada pekan ke-11 Liga Inggris alias Premier League 2025/2026. Lawan Man City asuhan Guardiola adalah Liverpool, pada Minggu 9 November 2025, pukul 23.30 WIB.
Laga yang akan digelar di Etihad Stadium itu, diprediksi akan berjalan cukup sengit dan menarik. Sebab, kedua tim tengah dalam performa terbaiknya.
Manchester City baru saja meraih tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan melawan Borussia Dortmund di Liga Champions.
Sementara itu, Liverpool kembali ke performa terbaiknya usai meraih dua kemenangan beruntun atas Aston Villa di Liga Inggris dan Real Madrid di Liga Champions. Rentetan kemenangan itu memutus periode buruk Liverpool.
Baca juga: FIFA Jatuhkan Sanksi ke Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Thom Haye Ikut Dihukum
Phil Foden saat berduel dengan Dominik Szobozslai pada laga Liverpool vs Man City (Instagram @mancity)
Oleh karena itu, laga melawan Liverpool akan menjadi momen yang tepat untuk merayakan 1000 pertandingan dalam karier kepelatihan Guardiola.
"Jika saya harus memilih satu rival untuk melakukan ini, saya akan membaginya dengan banyak orang, tetapi ini akan menjadi yang terbaik," ujar Guardiola, dikutip dari laman resmi Manchester City, Sabtu (8/11/2025).
Guardiola juga mengatakan, selama hampir 10 tahun berkiprah di Inggris bersama Manchester City, Liverpool adalah rival terbaik yang pernah dihadapinya, terutama di era kepelatihan Jurgen Klopp.
Baca juga: Aksi Calvin Verdonk di Laga Kontra Red Star Belgrade Tuai Kritik: Solid, Tapi Banyak Buang Peluang!
"Saya sudah berada di negara ini lebih lama dari sebelumnya, dan dampaknya terhadap hidup saya sungguh terasa. Barcelona adalah klub saya, dan Bayern juga luar biasa, tetapi Liverpool adalah rival terbesar di negara ini, terutama Jurgen [Klopp], sungguh luar biasa. Takdir dan semesta telah menentukan ini," ujar mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu.
"Kami harus memberikan yang terbaik. Saya tahu betapa cepatnya segalanya berjalan di sini. Seminggu yang lalu, Liverpool, dengan enam kekalahan, adalah bencana, menang dua kali, tetapi sekarang mereka kembali ke performa terbaik mereka," imbuhnya.
Lebih lanjut, Guardiola yakin setiap pelatih di semua kompetisi juga mengalami pasang surut dan memerlukan waktu untuk bangkit.
"Saya cukup yakin semua manajer membutuhkan sedikit waktu untuk mendapatkan lebih banyak perspektif dan setiap orang mengalami pasang surut dalam kompetisi," ujar pelatih berusia 54 tahun itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mancity.com