Max Verstappen Start P16 di sesi kualifikasi utama GP Sao Paulo. (Sumber: F1.com)
INDOZONE.ID - Tim Oracle Red Bull Racing yang diperkuat sang juara bertahan, Max Verstappen, dan pembalap asal Negeri Sakura, Yuki Tsunoda, harus merasakan pukulan telak usai meraih hasil buruk di sesi kualifikasi utama GP Sao Paulo pada Minggu (09/11/2025) dini hari waktu Indonesia.
Max Verstappen, yang dikenal sebagai "dewa kualifikasi", secara mengejutkan harus tersingkir di kualifikasi pertama (Q1). Iya, kalian nggak salah baca. Pembalap asal Belanda itu akan memulai balapan hari Minggu (Senin dini hari) dari posisi P16. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi harapan gelarnya yang sudah mulai menipis.
Seolah bencana ini belum cukup, rekan setimnya, Yuki Tsunoda, tampil lebih buruk lagi. Tsunoda menjadi pembalap paling lambat di kualifikasi dan berakhir di P19.
Baca juga: Momen Tegang Lando Norris: Sempat "Kena Mental" Sebelum Raih Pole Position di GP Sao Paulo!
Sekadar informasi, P20 atau posisi paling buncit ditempati oleh pembalap tuan rumah, Gabriel Bortoleto, dari Kick Sauber yang nggak ikut sesi kualifikasi utama akibat insiden mengerikan di Sprint Race.
Pertanyaannya, kok bisa tim sekelas Red Bull tiba-tiba jadi "lemot" banget? Jawabannya ternyata adalah sebuah blunder strategi: mereka mengambil risiko set-up nekat, dan itu semua berakhir berantakan.
Sejak mobil-mobil meluncur di sesi latihan bebas, Red Bull memang sudah kelihatan "meriang". Para pembalap mengeluh mobilnya nggak enak dikendarai. Tapi, semua orang mengira ini cuma akal-akalan Red Bull yang lagi sandbagging alias sengaja menyembunyikan kecepatan aslinya.
Namun, saat kualifikasi Q1 dimulai, kenyataan pahit itu terungkap. Verstappen, yang biasanya bisa lolos Q1 dengan mudahnya, terlihat berjuang keras di atas mobil RB21-nya. Waktu putarannya nggak kunjung membaik. Di radio tim, dia terdengar frustrasi.
Di menit-menit akhir Q1, papan waktu menunjukkan nama Verstappen berada di zona eliminasi. Para fans menahan napas, menunggu putaran terakhirnya yang ajaib. Tapi keajaiban itu nggak datang. Verstappen gagal memperbaiki waktu dan harus menerima kenyataan pahit.
Hasil Tsunoda di P19 mengkonfirmasi bahwa ini bukan kesalahan pembalap, tapi masalah fundamental pada mobil. Sesuatu yang sangat salah telah terjadi di garasi Red Bull.
Nggak lama setelah bencana itu, tim prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, langsung pasang badan. Mekies secara terbuka mengakui bahwa timnya telah melakukan pertaruhan besar-besaran dengan set-up mobil, dan judi itu gagal total.
"Jelas, tidak ada yang mengharapkan hal seperti ini," jelas Mekies kepada Sky Sports F1.
"Kami tidak senang dengan mobilnya sejak kami tiba di sini. Anda mendengar perjuangan kami di sesi latihan dan sprint."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sky Sports F1