Timnas Jepang merayakan kemenangan atas Timnas Jerman (Reuters/Annegret Hilse)
INDOZONE.ID - Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, telah menetapkan target tinggi untuk kiprah Timnas Jepang di Piala Dunia.
Diketahui, sepanjang partisipasi Jepang di Piala Dunia, tim Samurai Biru sudah empat kali mencapai babak 16 besar, yaitu pada edisi 2002, 2010, 2018, dan 2022.
Sudah terlalu sering mencapai babak 16 besar, Tsuneyasu Miyamoto kini memberikan target lebih tinggi kepada Jepang, yaitu mencapai final Piala Dunia.
"Kami harus lolos dari babak 16 besar, tapi mereka punya keyakini untuk melaju lebih jauh, mungkin sampai final," ujar Tsuneyasu Miyamoto, dikutip dari Reuters, Rabu (12/11/2025).
Baca juga: Cristiano Ronaldo Umumkan Akan Segera Pensiun
Tentu saja, target tersebut cukup gila. Tapi menilik kedalaman skuad Jepang saat ini, bukan tidak mungkin mereka akan mewujudkan target tersebut.
Jepang sudah diperkuat oleh sejumlah pemain yang berkiprah di Eropa, seperti Kaoru Mitoma, Wataru Endo, Ritsu Doan, Daichi Kamada, Takefusa Kubo, dan masih banyak lagi. Belum lagi, ada beberapa pemain berbakat di J.League yang juga menjadi fondasi bagi Jepang.
Tak dipungkiri, sepak bola Jepang juga memiliki roadmap yang jelas, sehingga berpengaruh para arah sepak bola dan kesuksesan mereka saat ini.
Dalam roadmap mereka yang bertajuk "The Japan's Way", federasi sepak bola Jepang (JFA) juga mencanangkan program 100 tahun bagi perkembangan sepak bola mereka, dengan J.League sebagai fondasi utama.
Bahkan, mereka juga menargetkan bisa menjadi juara dunia pada 2050 mendatang.
Selain itu, sistem pembinaan di Jepang juga konsisten, mulai dari tingkat sekolah. Bahkan, mereka juga memiliki Liga Mahasiswa yang kerap menelurkan pemain muda berbakat mereka.
Dengan roadmap jelas, tak heran jika Tsuneyasu Miyamoto berani memberikan target yang lebih tinggi ke Jepang untuk bisa mencapai final Piala Dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters