Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 11:39 WIB

Sepak Bola ASEAN Berkembang, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Terkuat Berkat Program Diaspora

Sepak Bola ASEAN Berkembang, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Terkuat Berkat Program DiasporaTimnas Indonesia sebelum lawan Arab Saudi. (Instagram/@kevindiks2)

INDOZONE.ID - Media Inggris menyoroti perkembangan sepak bola Asia, khususnya ASEAN, yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Diketahui, salah satu faktor perkebangan tersebut adalah negara-negara ASEAN mulai membenahi sistem sepak bolanya, terutama tim nasional dengan melakukan naturalisasi pemain.

Salah satu media Inggris yang menyoroti perkembangan sepak bola Asia, khususnya ASEAN, adalah The Guardian. Dalam ulasannya, The Guardian menyebut Indonesia merupakan negara terkuat di ASEAN saat ini.

Itu tidak terlepas dari kedalaman skuad Timnas Indonesia yang mayoritas diisi oleh pemain diaspora, seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Ole Romeny.

Baca juga: Gak Punya Pelatih, Penyebab Timnas Indonesia Tak Gelar FIFA Matchday

Sepak Bola ASEAN Berkembang, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Terkuat Berkat Program DiasporaTimnas Indonesia dikalahkan Irak dengan skor 0-1 di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. (REUTERS/Stringer)

Program diaspora Timnas Indonesia membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) cukup terpengaruh. Bahkan, FAM memperkuat skuadnya dengan mendatangkan pemain-pemain naturalisasi.

"Selama satu tahun terakhir, tidak ada bulan yang tidak menghasilkan satu atau dua pemain Belanda yang datang ke kedutaan RI untuk menyerahkan paspornya (menjadi WNI). Indonesia menjadi Timnas terkuat di Asia Tenggara dan kebangkitan kilat mereka tak dipungkiri cukup mempengaruhi pemikiran Malaysia," tulis The Guardian, dikutip pada Sabtu (15/11/2025).

The Guardian juga menyoroti FAM yang kini mendapat hukuman dari FIFA, terkait dokumen 7 pemain naturalisasi, yang diduga palsu. Karena kasus ini, FAM menuntut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Pada September, FIFA mendakwa FAM telah memalsukan dokumen untuk 7 pemain dari Brasil, Argentina, Spanyol dan Belanda. Kasus itu sekarang dibawa FAM ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS)," imbuhnya.

Baca juga: Rizky Ridho Masuk Nominasi FIFA Puskas Award 2025, Indra Sjafri: Golnya Terbaik!

Tak dipungkiri, dengan program Timnas Indonesia mendatangkan banyak pemain diaspora, membuat negara lain di ASEAN, seperti Malaysia mengikuti jejaknya.

Namun, Timnas Indonesia mendatangkan pemain naturalisasi secara terstruktur. PSSI mencari pemain-pemain yang memiliki darah Indonesia di Eropa, berbeda dengan Malaysia.

Sayangnya, meski Timnas Indonesia dianggap terkuat di kawasan ASEAN pada saat ini, Skaud Garuda tak memiliki pelatih. Kursi pelatih Timnas Indonesia kosong sejak PSSI memecat Patrick Kluivert karena gagal lolos ke Piala Dunia 2026 pada Oktober lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sepak Bola ASEAN Berkembang, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Terkuat Berkat Program Diaspora

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!