Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 16:00 WIB

FIFA Laporkan 30 Ribu Unggahan Bernada Ujaran Kebencian Sepanjang 2025

FIFA Laporkan 30 Ribu Unggahan Bernada Ujaran Kebencian Sepanjang 2025Logo FIFA sedang dibersihkan. (REUTERS/Lee Smith(

INDOZONE.ID - FIFA mengumumkan telah melaporkan lebih dari 30.000 unggahan bermuatan ujaran kebencian kepada berbagai platform media sosial sepanjang tahun ini.

Angka ini menunjukkan betapa seriusnya masalah pelecehan online yang mengarah pada diskriminasi dan ancaman terhadap individu yang terlibat dalam sepak bola.

Dalam laporan terbarunya, FIFA menyebutkan bahwa 11 individu dilaporkan kepada aparat penegak hukum pada 2025, sementara satu kasus lainnya diserahkan kepada Interpol.

Baca juga: Antoine Semenyo Usulkan Hukuman Penjara dan Larangan Seumur Hidup untuk Pelaku Rasisme

Para pelaku berasal dari Argentina, Brasil, Prancis, Polandia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.

Mereka teridentifikasi setelah melakukan pelecehan terhadap pemain maupun ofisial selama berlangsungnya berbagai kompetisi dibawah naungan FIFA.

Komitmen FIFA Mewujudkan Sepak Bola yang Aman

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan sepak bola yang aman bagi semua pihak.

“Pada Hari Toleransi Internasional, saya ingin menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang aman dan inklusif, baik di lapangan, di tribun, maupun di dunia maya,” ujar Infantino.

Baca juga: DFB Selidiki Dugaan Pelecehan Rasial di Dua Pertandingan Piala Jerman

FIFA menjelaskan bahwa melalui Layanan Perlindungan Media Sosial (SMPS), mereka menggabungkan teknologi canggih dengan keahlian profesional untuk melindungi pemain, pelatih, tim, dan ofisial pertandingan dari ancaman pelecehan online.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang FIFA melawan ujaran kebencian di dunia maya.

Peran SMPS dalam Memerangi Pelecehan Online

SMPS mulai beroperasi pada 2022 melalui kerja sama antara FIFA dan serikat pemain FIFPro. Layanan ini bertugas memantau, mengidentifikasi, dan memblokir konten yang bersifat melecehkan selama turnamen-turnamen besar.

FIFA sempat mendapat kritik setelah dianggap menghentikan pesan anti-rasisme di Piala Dunia Antarklub yang digelar di Amerika Serikat pada musim panas lalu.

Namun, SMPS tetap digunakan sebagai alat utama untuk mengawasi aktivitas media sosial selama kompetisi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

FIFA Laporkan 30 Ribu Unggahan Bernada Ujaran Kebencian Sepanjang 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!