Cristiano Ronaldo ungkap kemarahannya di laga Portugal vs Irlandia. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
INDOZONE.ID - Bruno Fernandes mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo menyadari kesalahannya setelah menerima kartu merah karena tindakan tidak sportif pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Republik Irlandia.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Portugal dari Irlandia dengan skor 0-2 di Dublin pada Kamis (13/11/2025), Ronaldo tampak frustrasi sejak babak pertama.
Penampilan Portugal yang kurang meyakinkan membuat sang kapten beberapa kali memperlihatkan gestur tidak puas, termasuk ketika ia mengejek bek Irlandia, Nathan Collins, sebelum insiden utama terjadi.
Baca juga: Ronaldo Terancam Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026 usai Kartu Merah Lawan Irlandia
Momen krusial terjadi pada menit ke-60 ketika VAR menilai adanya sikutan Ronaldo terhadap Dara O’Shea.
Awalnya wasit hanya mengeluarkan kartu kuning, namun setelah tayangan ulang diperiksa, hukuman tersebut berubah menjadi kartu merah langsung.
Kartu merah itu menjadi yang pertama bagi Ronaldo di level internasional, tepat pada penampilan ke-226 bersama Portugal.
Keputusan tersebut membuatnya terkejut, bahkan ia sempat bertepuk tangan secara sarkastis ke arah suporter Irlandia sebelum berjalan meninggalkan lapangan.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, mencoba memberikan pembelaan dengan menilai tindakan Ronaldo bukan termasuk kekerasan
Ia berpendapat bahwa sudut kamera VAR membuat insiden itu terlihat lebih buruk dari kenyataannya.
Sementara itu, Fernandes yang absen karena skorsing, menyebut Ronaldo sudah memahami bahwa reaksinya berdampak besar pada permainan tim.
Baca juga: Roberto Martinez Nilai Kartu Merah Cristiano Ronaldo Terlalu Berlebihan
“Hal seperti itu bisa terjadi di sepak bola. Cristiano bereaksi dan itu membuatnya harus menanggung akibat besar,” ujar Fernandes. “Itu bukan hal yang ia inginkan, tapi sudah terlanjur terjadi.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK