Pemilik Johor Darul Tazim, Tunku Ismail (Instagram @officialjohor)
INDOZONE.ID - Bos Johor Darul Ta'zim (JDT), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, atau akrab disapa TMJ baru-baru ini memberikan pernyataan resmi terkait pemalsuan dokumen.
Diketahui, sepak bola Malaysia saat ini tengah diterpa skandal besar, terkait kasus pemalsuan dokumen terhadap 7 pemain naturalisasi mereka. hal itu berujung pada sanksi FIFA.
Atas hal tersebut, membuat para suporter Timnas Malaysia menyudutkan TMJ, sebagai biang kekacauan dari kasus pemalsuan 7 dokumen pemain naturalisasi mereka.
Meski banyak mendapatkan tekanan, Ia mengaku tetap tenang dalam menghadapi permasalahan tersebut.
Baca juga: Ketum PSSI Erick Thohir Sebut Nova Arianto Pelatih Terbaik untuk Timnas Indonesia U-20
Timnas Malaysia merayakan gol. (Instagram/@malaysia_nt)
"Banyak orang yang bertanya bagaimana saya tetap tenang. Jawaban saya adalah, apa hal terburuk yang bisa terjadi? Saya tidak khawatir tentang apapun. Saya punya prinsip dan prioritas sendiri yang jauh lebih penting daripada omong kosong orang-orang," ujar Tunku Ismail Sultan Ibrahim dikutip dari Arena Metro pada Selasa (25/11/2025).
Lebih lanjut, Tunku Ismail Sultan Ibrahim juga mengatakan, tidak terlalu khawatir dengan kasus tersebut.
Sebab, ia yakin tidak bersalah atas kasus tersebut, dan memilih untuk berserah diri kepada Tuhan, atas kasus yang menimpa sepak bola Malaysia.
"Saya baik-baik saja, saya bersyukur, hari dimana saya harus khawatir. Untuk saat ini, saya berserah diri dan berserah penuh kepada Allah," ujar TMJ melanjutkan.
Tunku Ismail Sultan Ibrahim juga menyebut, setiap pembenci selalu bergerak berkelompok agar bisa menjatuhkan dirinya.
Akan tetapi, ia memilih bersikap legowo dalam menghadapi tekanan tersebut. Sebab, baginya kalah-menang dalam pertarungan merupakan sebuah takdir.
Baca juga: Hansi Flick Senang dengan Kehadiran Marcus Rashford di Barcelona, Bakal Dipermanenkan?
"Para pembenci selalu bergerak berkelompok. Hanya yang kuat yang berjalan sendirian. Ketika kemampuan kita terlalu tinggi, mereka akan bergabung untuk mencoba menjatuhkan kita," kata pria kelahiran Johor Bahru, Malaysia ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Arena Metro