Lewis Hamilton (Sumber: AutoRacing1.com)
INDOZONE.ID - Hubungan bulan madu antara Lewis Hamilton dan Scuderia Ferrari tampaknya sedang menghadapi ujian berat pertamanya. Setelah serangkaian hasil mengecewakan yang memuncak di Grand Prix Las Vegas, suasana di garasi tim Kuda Jingkrak dikabarkan memanas.
Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, dilaporkan harus turun tangan dan meminta pembalap bintangnya untuk tenang (calm down) setelah Hamilton meluapkan frustrasinya kepada media dengan komentar-komentar yang sangat suram. Juara dunia tujuh kali itu secara terbuka menyebut musim perdananya bersama Ferrari sebagai musim terburuk dalam kariernya, sebuah pernyataan yang tentu saja memicu alarm di Maranello.
Apa yang sebenarnya terjadi di Las Vegas hingga membuat Hamilton begitu putus asa, dan bagaimana respons Vasseur menghadapi krisis kepercayaan diri pembalap utamanya?
Baca juga: Podium Buyar! Penalti 10 Detik Gagalkan Momen Epik Lewis Hamilton Usai Duel Panas Lawan Verstappen
Puncak kekecewaan Hamilton bermula dari sesi kualifikasi di sirkuit jalan raya Las Vegas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah karier Formula 1-nya yang gemilang selama 17 tahun, Lewis Hamilton terkualifikasi di posisi paling buncit berdasarkan kecepatan murni, tanpa adanya masalah teknis yang signifikan. Meski begitu, di hari H balapan ia naik satu posisi setelah Yuki Tsunoda (Red Bull) start dari pit lane karena mengganti beberapa part mobilnya.
Bagi seorang pembalap yang memegang rekor pole position terbanyak sepanjang masa, memulai balapan dari posisi paling belakang karena kurangnya kecepatan mobil adalah pukulan telak bagi egonya.
Meskipun pada balapan utama Hamilton berhasil melakukan recovery drive (pemulihan posisi) hingga finis ke-10 di lintasan (yang kemudian naik menjadi posisi ke-8 setelah kedua pembalap McLaren didiskualifikasi pasca-balapan), hasil tersebut sama sekali tidak menghiburnya. Menurutnya, finis di papan tengah bukanlah alasan dia pindah ke Ferrari.
Lewis Hamilton di Ferrari (sumber: XPB Images via Crash.net)
Wawancara pasca-balapan menjadi momen di mana emosi Hamilton tumpah ruah. Berbicara kepada Sky Sports F1, pembalap berusia 40 tahun itu tampak sangat terpukul dan tidak berusaha menyembunyikan perasaannya.
“Saya merasa buruk sekali,” ungkap Hamilton dengan nada rendah.
“Ini adalah musim terburuk yang pernah ada, dan tidak peduli seberapa keras saya mencoba, situasinya terus memburuk.”
Dalam wawancara terpisah dengan BBC Radio 5 Live, Hamilton bahkan menegaskan bahwa tidak ada satu pun hal positif yang bisa diambil dari balapan di Las Vegas. Ia bahkan secara eksplisit menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri musim 2025 ini.
“Saya sangat ingin ini berakhir, saya menantikan ini berakhir,” katanya.
Ketika wartawan meminta klarifikasi apakah yang dimaksud berikutnya adalah balapan akhir pekan depan di Qatar, Hamilton memberikan jawaban singkat namun menohok, “Musim depan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber