Marc Marquez dan Alex Marquez. (Sumber: Steve Wobser / Getty Images)
INDOZONE.ID - Musim 2025 akan tercatat dalam buku sejarah, bukan hanya sebagai momen kembalinya The Baby Alien ke puncak kejayaan, tetapi juga sebagai tahun ketika dominasi keluarga Marquez mencapai titik absolut. Marc Marquez, pembalap andalan Ducati Lenovo, berhasil menyegel gelar juara dunianya yang kesembilan (gelar ketujuh di kelas utama), mengakhiri puasa gelar sejak 2019.
Namun, kejutan terbesar bukanlah kemenangan Marc semata, melainkan siapa yang berdiri tepat di sampingnya di klasemen akhir. Ya, sang adik, Alex Marquez (Gresini Racing), menikmati musim terbaik dalam kariernya di kelas premier dengan finis sebagai runner-up, mengamankan medali perak setelah meraih tiga kemenangan Grand Prix dan dua kemenangan Sprint Race.
Sejarah mencatat mereka sebagai kakak-beradik pertama yang finis 1–2 di klasemen akhir MotoGP. Namun, di balik dominasi total ini, ternyata ada sebuah momen krusial di awal musim, tepatnya setelah seri pembuka di GP Thailand, yang menjadi titik balik hubungan profesional mereka. Sebuah “perjanjian rahasia” dibuat, yang pada akhirnya mengubah peta persaingan MotoGP 2025. Apa itu?
Baca juga: Gelar Juara MotoGP 2025 Sudah Digenggam, Marc Marquez Ingin Nikmati Balapan di Sirkuit Mandalika
Semuanya bermula di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Sebagai seri pembuka musim 2025, balapan ini menyajikan pertarungan sengit antara Marc dan Alex. Situasi di lintasan terbilang unik dan menegangkan. Marc Marquez yang kini berseragam merah bersama tim pabrikan Ducati, terlibat duel ketat dengan adiknya di Gresini.
Di tengah balapan, terjadi insiden tak terduga. Marc terpaksa mengalah dan menyerahkan posisinya kepada Alex di pertengahan lomba. Alasannya, Marc perlu meningkatkan tekanan ban depannya untuk menghindari hukuman regulasi teknis. Namun, momen singkat itu membuka mata Marc akan satu hal yang menakutkan: adiknya bukan hanya pelengkap grid, melainkan ancaman nyata.
“Saya langsung mengerti setelah balapan Thailand bahwa Alex (Marquez) akan menjadi sangat cepat sepanjang musim,” ungkap Marc Marquez dalam wawancara eksklusif dengan MotoGP.com.
Pertarungan di Thailand memicu pergolakan batin dalam diri Marc. Di atas motor, ia sempat ragu. “Saya berpikir di atas motor, ‘Di mana saya bisa menyalipnya? Saya tidak ingin membuat kesalahan apa pun terhadap adik saya sendiri."
Keraguan ini dapat menjadi sangat berbahaya bagi Marc. Dalam olahraga sekejam MotoGP, keraguan sepersekian detik bisa berarti kekalahan atau kecelakaan. Marc sadar, jika ia terus membalap dengan rasa sungkan terhadap adiknya, ia tidak akan mampu merebut gelar juara dunia.
Marc Marquez dan Alex Marquez dominasi klasemen usai MotoGP Argentina 2025. (MotoGP)
Sekembalinya ke rumah mereka di Spanyol usai GP Thailand, Marc mengajak Alex duduk bersama. Mereka membutuhkan sebuah reset aturan main baru untuk menghadapi sisa musim 2025.
Marc menceritakan momen itu. “Ketika saya sampai di rumah, saya berkata, ‘Kita tidak bisa berkompetisi seperti ini."
Sang kakak kemudian mengajukan sebuah proposisi, sebuah perjanjian tidak tertulis yang akan menjadi landasan mereka sepanjang musim.
“Saya berkata: ‘Kita saudara, kita punya rasa hormat besar satu sama lain, tapi ini adalah balapan. Jadi, jika sesuatu terjadi (karena itu bisa saja terjadi, kamu bisa menyalip pembalap lain dan kehilangan kendali ban depan), kita tetap saudara dan besok adalah hari baru. Apakah kamu setuju? Saya setuju.’ Dan kami pun berjabat tangan,” tutur Marc.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MotoGP.com