Thomas Muller saat bermain di Vancouver Whitecaps. (Imagn Images via Reuters/Simon Fearn)
INDOZONE.ID - Inter Miami dan Vancouver Whitecaps akan bertanding di final MLS Cup pada Minggu 7 Desember 2025, pukul 02.30 WIB.
Laga tersebut bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertemuan dua legenda yang lama berkiprah di Eropa antara Lionel Messi dan Thomas Muller.
Pertandingan ini sudah lama ditunggu, terutama karena perjalanan karier keduanya penuh rivalitas secara tak langsung.
Baca juga: Rivalitas Ronaldo dan Messi Akan Berakhir di Piala Dunia 2026
Sejak awal kariernya, Muller selalu menjadi sosok yang kerap mengganjal langkah Messi, baik bersama Bayern Munchen maupun Timnas Jerman.
Ia berkali-kali menjadi salah satu alasan mengapa Messi tak mampu melewati tembok raksasa bernama Bayern. Pengalaman itu membuat Muller merasa memiliki cukup perspektif untuk menilai kualitas sang megabintang.
Selain penampilan di lapangan, Muller sering memanaskan tensi jelang pertemuannya dengan Messi.
Baca juga: Thomas Muller Disebut Akan Berpisah dengan Bayern Munchen, Kebersamaan Selama 25 Tahun Segera Usai
Ia tak jarang menyinggung rivalitas antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam perburuan gelar pemain terbaik sepanjang masa.
Yang menarik, selama bertahun-tahun Muller selalu berada di kubu Ronaldo, hingga akhirnya perspektif itu berubah.
Lionel Messi saat menjuarai Piala Dunia 2022 bersama Argentina (Kai Pfaffenbach/REUTERS)
“Dalam 10 tahun pertama karier profesional saya, saya selalu memilih Cristiano Ronaldo ketika muncul perdebatan tentang siapa yang terbaik sepanjang masa,” ujar Muller jelang final MLS Cup.
Namun seiring waktu, Muller semakin menyadari nilai artistik dalam permainan sepak bola. Faktor estetika yang tak dimiliki banyak pemain, justru menjadi alasan ia kini memandang Messi dengan cara berbeda.
Baca juga: Tanpa Portugal, Lionel Messi Ungkap 5 Tim yang Bisa Mengancam Argentina di Piala Dunia 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marca