Timnas Indonesia. (Instagram/@timnasindonesia)
INDOZONE.ID - John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst masuk dalam bursa pelatih baru Timnas Indonesia. Bahkan, nama mereka pun jadi perbincangan hangat di pencinta sepak bola Indonesia.
Dalam konferensi pers hasil SEA Games 2205 di Kantor I.League, Selasa 16 Desember 2025, malam WIB, anggota Exco PSSI, Andri Erawan, merespons munculnya dua nama tersebut.
Uniknya, ia tidak membenarkan atau menyanggah apabila kedua nama tersebut merupakan salah dua kandidat pelatih baru Skuad Garuda.
“Nama-nama itu silahkan dipertimbangkan sendiri,” ungkap Endri kepada para awak media, termasuk INDOZONE, Rabu (17/12/2025).
"Tapi intinya, apa yang disampaikan di media tidak terlalu jauh dengan yang saya wawancarai," jelas Endri.
Baca juga: PSSI Segera Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia, Targetnya Tembus Piala Dunia 2030
Menurut Endri, wawancara telah dilakukan kepada empat calon pelatih baru Timnas Indonesia. PSSI mengutus empat orang untuk melakukan wawancara, yaitu Endri, anggota Exco PSSI Muhammad, Direktur Teknik Alexander Zwiers, dan Penasihat Teknik Jordi Cruyff.
Endri menjelaskan, bahwa ada yang gugur dalam proses tersebut. Penyebab gugurnya karena tidak hadir atau tidak bersedia melatih Timnas Indonesia.
"Dari empat nama itu ada yang gugur, baik karena tidak hadir dalam wawancara atau menyatakan tidak bersedia melatih Indonesia. Itu kami anggap bagian dari proses kualifikasi,” jelasnya.
Endri menyebutkan para kandidat harus punya persiapan matang, program kerja jelas, bisa presentasi dengan baik, dan bersedia tinggal di Indonesia.
"Yang kami pertimbangkan adalah kandidat yang memiliki persiapan matang, program kerja yang jelas, mampu mempresentasikan dengan baik, dan yang paling penting bersedia tinggal di Indonesia," papar Endri.
Baca juga: Sumardji Mundur dari Jabatan Manajer Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Timnas Indonesia sudah tidak memiliki pelatih sejak PSSI pecat Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025. Pemecatan itu merupakan buntut dari kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan