Mikel Arteta saat melatih di Arsenal. (REUTERS/Peter Powell)
INDOZONE.ID - Mikel Arteta menyadari bahwa masa depannya di Arsenal tidak hanya ditentukan oleh konsistensi, tetapi juga oleh pencapaian trofi.
Meski berpeluang memperpanjang kontraknya yang akan habis pada 2027, Arteta masih harus membuktikan diri dengan membawa Arsenal menjuarai Premier League.
Manajer asal Spanyol itu hampir enam tahun menukangi Arsenal. Sejak ditunjuk pada akhir 2019, Arteta telah mengubah permainan The Gunners menjadi salah satu tim paling kompetitif di Inggris.
Namun, dari segi prestasi, Arsenal baru mengoleksi satu gelar Piala FA pada 2020.
Baca juga: Mikel Arteta: Chelsea Layak Jadi Pesaing Arsenal untuk Perburuan Gelar Premier League
Dalam tiga musim terakhir, Arsenal selalu menjadi penantang serius gelar Premier League. Sayangnya, mereka harus puas finis sebagai runner-up dan kembali gagal mengakhiri penantian panjang untuk menjadi juara liga.
Musim ini, Arsenal kembali menunjukkan performa menjanjikan. Mereka saat ini unggul dua poin di papan atas klasemen sementara Premier League dan juga telah memastikan langkah ke perempat final Piala Liga.
Konsistensi tersebut membuat posisi Arteta makin diperhitungkan, meski tekanan untuk menghadirkan trofi tetap tinggi.
Ketika ditanya soal kemungkinan memperpanjang kontraknya yang akan habis pada 2027, Arteta menegaskan semua bergantung pada pencapaian musim ini.
“Ya, itu mungkin saja. Akan tetapi, yang terpenting adalah hari ini. Banyak hal harus terjadi dalam beberapa bulan ke depan untuk membuktikan diri,” ujar Arteta.
Ia menekankan posisi manajer di klub besar, seperti Arsenal, tidak pernah aman tanpa pembuktian berkelanjutan.
“Saya pikir seorang manajer harus membuktikan diri setiap hari. Banyak hal yang harus dicapai dalam beberapa bulan ke depan untuk mendapatkan hak atas perpanjangan kontrak,” lanjutnya.
Baca juga: Masa Depan Mikel Arteta Bisa Terancam Jika Musim Depan Arsenal Kembali Gagal Juara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters