PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia. (Instagram/@timnasindonesia)
INDOZONE.ID - John Herdman akhirnya resmi diumumkan oleh PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Kepastian John Herdman melatih Timnas Indonesia diumumkan oleh PSSI melalui akun Instagram resminya pada Sabtu (3/1/2025) sore WIB.
Tentu saja, penunjukkan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia membuat para penggemar sepak bola tanah air merasa senang sekaligus menaruh ekspektasi tinggi kepada pelatih berkebangsaan Inggris itu.
Bagaimana tidak, Herdman sendiri di kontrak oleh PSSI sebagai pelatih skuad Garuda selama 2 tahun dengan opsi perpanjangan 1 tahun.
Baca juga: Masa Depannya di Liverpool Belum Jelas, AS Roma Intip Peluang Reuni dengan Mohamed Salah
John Herdman saat melatih di Timnas Kanada. (REUTERS/Carl Recine)
Dengan kontrak tersebut, PSSI pun juga memberikan target tinggi kepada Herdman yaitu membawa Timnas Indonesia melangkah jauh di Piala Asia 2027 dan juga membawa Jay Idzes cs lolos ke Piala Dunia 2030.
Sebelum pilih Indonesia sebagai pelabuhan barunya, mantan pelatih Timnas Kanada itu juga dilirik oleh Honduras.
Namun, ada alasan tersendiri dari pelatih berusia 50 tahun itu untuk menukangi Timnas Indonesia.
Dalam wawancaranya baru-baru ini, John Herdman membeberkan alasannya memilih untuk melatih Timnas Indonesia.
Baca juga: Dirumorkan ke Chelsea, Liam Rosenior Akui Tak Bisa Jamin Masa Depannya di Strasbourg
Ia mengaku sangat terkesima dengan atmosfer yang suporter Timnas Indonesia sekaligus terkesima dengan banyaknya bakat-bakat muda di Indonesia, yang mana ia menilai bakat muda di tanah air hampir mirip dengan di Kanada.
"Ini tentang melihat proyek yang tepat, satu yang bisa merasakan passion dan intensitas para suporter dan penggemar," ujar John Herdman yang dikutip dari The Canadian Press.
"Yang saya lihat adalah bakat-bakat disana (Indonesia) mirip dengan Kanada. Negara yang besar, Banyak potensi dengan pemain lokal," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Canadian Press