Alvaro Arbeloa saat melatih di Real Madrid. (REUTERS/Pablo Morano)
INDOZONE.ID - Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey secara mengejutkan setelah kalah 2-3 dari Albacete pada babak 16 besar.
Kekalahan ini menjadi bahan kritikan para penggemar, karena Albacete merupakan tim dari divisi kedua Liga Spanyol.
Pertandingan yang digelar di Stadion Carlos Belmonte, Rabu (14/1/2026), sekaligus menandai awal yang sulit bagi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih anyar Real Madrid.
Baca juga: Alvaro Arbeloa Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Real Madrid di Ajang Copa del Rey
Alvaro Arbeloa baru resmi menangani Real Madrid pada Senin (12/1/2026) setelah menggantikan Xabi Alonso. Namun, debutnya langsung diwarnai hasil pahit.
Gugurnya Real Madrid dari Copa del Rey membuat tekanan terhadap pelatih berusia 42 tahun tersebut, datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kekalahan dari Albacete juga memperpanjang periode buruk Real Madrid dalam sepekan terakhir.
Sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor identik 2-3 pada final Piala Super Spanyol, Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Raphinha Sebut Kedatangan Hansi Flick ke Barcelona Merubah Segalanya
Alvaro Arbeloa dan Eduardo Camavinga di Real Madrid. (AP Photo/Jose Breton)
Usai pertandingan, Arbeloa secara terbuka mengambil tanggung jawab atas hasil memalukan tersebut. Ia menyadari betul, standar tinggi yang melekat di klub sebesar Real Madrid.
“Di klub ini, hasil imbang saja sudah dianggap buruk. Kekalahan jelas sangat menyakitkan, dan saya yakin para pendukung juga merasakannya,” ujar Arbeloa kepada wartawan.
Ia menegaskan, keputusan terkait susunan pemain dan pergantian sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabnya.
“Saya yang bertanggung jawab. Para pemain sudah memberikan segalanya, sekarang tugas kami adalah bangkit dan fokus ke laga berikutnya,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters