Ilustrasi tolak peluru. (Freepik)
INDOZONE.ID - Mungkin banyak dari kalian yang sudah sering melihat olahraga tolak peluru dipertandingkan di ajang PON, Olimpiade, Asian Games, maupun SEA Games. Olahraga tolak peluru merupakan salah satu cabang dari olahraga atletik yang bertujuan untuk melempar bola logam sejauh mungkin.
Namun, olahraga tolak peluru tidak benar-benar melakukan gerakan melempar, sehingga olahraga ini sangat berbeda dengan olahraga atletik lainnya.
Olahraga tolak peluru menuntut kamu melakukan tolakan dengan menggunakan tenaga semaksimal mungkin, untuk mendapatkan jarak terjauh. Tak cuma itu, gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan kekuatan satu tangan saja.
Dalam artikel ini, INDOZONE akan mengulas soal olahraga tolak peluru, mulai dari sejarah dan teknik dasar dari olahraga ini.
Baca juga: Direktur Olahraga Ajax Ungkap Alasan Klubnya Rekrut Maarten Paes dari FC Dallas
Olahraga tolak peluru ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Olahraga ini pertama kali dimainkan zaman Yunani Kuno. Saat itu, masyarakat menggunakan batu sebagai alat untuk berolahraga, yaitu dengan cara melemparkannya.
Dalam perkembangan olahraga ini tepatnya pada abad pertengahan, sekelompok tentara perang memiliki kebiasaan untuk melemparkan bola meriam. Kebiasaan tersebut menjadi cikal bakal dari kelahiran olahraga tolak peluru.
Olahraga tolak peluru mulai dimainkan dalam bentuk modern pada sekitar abad ke-19. Saat itu, Highlands Games Scotland mengadakan lomba lempar batu atau logam berat.
Para peserta akan saling melempar untuk mendapatkan jarak terjauh. Selanjutnya pemenang akan ditentukan berdasarkan seberapa jauh jarak lemparan dengan posisi asli pelempar yang berada di belakang garis.
Tolak peluru makin populer setelah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade modern. Dalam kompetisi tersebut, cabang olahraga ini menggunakan bola dengan massa yang ditentukan. Tolak peluru pun masuk dalam cabang olahraga atletik.
Cabang olahraga tolak peluru sudah mulai dipertandingkan pada 1896 untuk kategori putra. Sementara itu, kategori putri baru dipertandingkan pada 1948.
Dalam olahraga tolak peluru, tentunya ada prinsip yang harus dipahami oleh pelempar, yaitu melakukan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan menggunakan satu kekuatan tangan.
Salah satu tujuan dalam olahraga ini adalah untuk menghasilkan tolakan atau dorongan bola logam dengan jarak sejauh mungkin dari posisi awal atau start.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia