Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 12:35 WIB

Kapan Waktu Ideal Olahraga Lari Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Kapan Waktu Ideal Olahraga Lari Saat Puasa? Ini PenjelasannyaIlustrasi olahraga lari saat puasa. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Lagi puasa tapi tetap ingin olahraga lari agar badan nggak kaku? Tenang, itu masih aman selama kamu tahu cara aman agar tubuh tetap sehat.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, menjelaskan kalau orang sehat tetap boleh olahraga lari saat Ramadan. Tapi yang perlu diperhatikan adalah timing, intensitas, dan kondisi tubuh.

“Secara medis, aktivitas lari saat berpuasa tidak dilarang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu sehat tetap dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama Ramadan tanpa risiko kesehatan yang signifikan,” ujarnya.

Baca juga: Orang Tua Wajib Waspada, Ini 5 Gejala Penyakit Jantung pada Anak

Waktu Terbaik Lari Saat Puasa

Menurut dr Agil, waktu paling aman untuk lari adalah setelah berbuka puasa. Di fase ini tubuh sudah mendapat asupan makanan dan cairan, sehingga risiko dehidrasi relatif lebih kecil. Lari bisa dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang selama 30–45 menit.

Selain itu, waktu menjelang berbuka juga dinilai cukup ideal untuk lari ringan dengan durasi lebih singkat, sekitar 15–30 menit. Keuntungannya, setelah selesai olahraga tubuh bisa langsung mengganti cairan yang hilang.

Sementara itu, waktu setelah sahur masih memungkinkan untuk berlari. Namun, risikonya dinilai lebih tinggi dibanding dua waktu sebelumnya karena jarak menuju waktu berbuka masih panjang.

Kalau ringan, napas masih stabil, badan terasa nyaman, dan masih bisa ngobrol panjang tanpa terengah-engah.

Kalau sedang, napas mulai lebih cepat tapi masih terkendali, biasanya hanya bisa bicara beberapa kata.

“Olahraga harus dihentikan jika muncul rasa lemas, mual, pusing, gemetar, atau sangat haus karena itu bisa menjadi tanda dehidrasi dan penurunan gula darah,” jelasnya.

Strategi Hidrasi

Strategi hidrasi jadi kunci utama. Berdasarkan penelitian di Indonesia, pola minum 4–2–2, dengan empat gelas saat berbuka, dua gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur, dinilai paling efektif untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini 5 Gejala Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

dr Agil juga menambahkan bahwa penelitian di Inggris menunjukkan minum air dalam jumlah besar sekaligus saat sahur tidak dianjurkan karena cairan cepat terbuang melalui urine. Ia menganjurkan, cairan sebaiknya dikonsumsi secara bertahap dan disertai makanan.

Selain cairan, kecukupan tidur juga penting. Durasi tidur ideal berkisar 7–9 jam per hari, atau bisa disiasati dengan tidur malam 4–5 jam yang dilengkapi tidur siang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IPB

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kapan Waktu Ideal Olahraga Lari Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!