Donald Trump memegang trofi Piala Dunia 2026. (REUTERS PIC)
INDOZONE.ID - Presiden AS, Donald Trump akui tak peduli jika Timnas Iran bermain di Piala Dunia 2026, meskipun kedua negara tengah terlibat konflik.
Diketahui, situasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang semakin memanas, sangat berdampak bagi kondisi Iran yang akan melakoni Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Bahkan, Iran juga dikabarkan akan mundur dari Piala Dunia 2026, buntut dari serangan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Baca juga: Rentetan 7 Pertandingan tak Terkalahkan MU Terhenti, Michael Carrick: Kami Sangat Kecewa
Skuad Timnas Iran di Piala Dunia 2022 (REUTERS)
Namun, baru-baru ini Donald Trump menyatakan, tidak peduli jika Iran bermain di Piala Dunia 2026. Ia juga menyebutkan, Iran merupakan negara yang akan kalah telak.
Tak hanya itu, Trump juga menilai, Iran telah kehabisan tenaga akibat konflik dengan negaranya dan Israel beberapa waktu lalu.
"Saya benar-benar tidak peduli (jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026). Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak (dalam konflik). Mereka sudah kehabisan tenaga," ujar Donald Trump, yang dikutip dari New York Times pada Kamis (5/3/2026).
Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di grup G bersama dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Ketiga pertandingan grup G digelar di Amerika Serikat.
Baca juga: Berapa Jumlah Wasit dalam Pertandingan Sepak Bola? Ini Penjelasannya Menurut FIFA dan IFAB
Dua pertandingan Iran melawan Selandia Baru dan Belgia akan digelar di SoFi Stadium, Los Angeles pada 16 dan 22 Juni 2026 mendatang.
Sementara itu, laga terakhir Iran melawan Mesir akan digelar di Lumen Field, Seattle pada 27 Juni 2026.
Kendati begitu, federasi sepak bola Iran (FFIRI) belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Tak cuma itu, FIFA juga belum memberikan pernyataan resmi, buntut dari eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang diprediksi akan berlangsung lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The New York Times