INDOZONE.ID - Persib Bandung sedang dalam perburuan gelar juara Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ini hitung-hitungan Persib juara Super League 2025/2026.
Persib telah mengoleksi 54 poin dari 23 pertandingan. Maung Bandung unggul tiga poin dari Persija Jakarta di posisi kedua yang telah bermain 24 kali.
Andrew Jung merayakan gol untuk Persib Bandung. (Instagram/@andrewcadabra)
Di bawah dua tim raksasa itu, ada Borneo FC dengan koleksi 50 poin setelah melalui 23 pertandingan.
Karena jumlah pertandingan Super League musim ini berjumlah 34, makan masih ada 11 laga lagi yang akan dimainkan oleh Persib dan Borneo FC.
Sementara itu, Persija cuma menyisakan 10 pertandingan lagi karena telah memainkan partai ke-24 kala imbang 2-2 dengan Borneo FC di Jakarta International Stadium, pada Selasa 3 Maret 2026.
Baca juga: Persib Bandung Nyaman di Puncak Klasemen Super League, Siap Hadapi Tantangan Berikutnya!
Menilik koleksi poin dan jumlah pertandingan yang telah dimainkan, cara teraman menjadi juara bagi Persib adalah mengumpulkan poin lebih banyak daripada rival-rivalnya.
Poin maksimal Persija adalah 81 jika memenangkan 10 pertandingan tersisa di jadwal mereka. Di sisi lain, Borneo FC bisa mengoleksi poin maksimal 83 poin apabila menang dalam 11 laga terakhir.
Oleh sebab itu, Persib Bandung minimal harus mengoleksi 84 poin untuk menyegel gelar juara Super League ketiga mereka secara beruntun. Jika memenangkan 11 pertandingan tersisa mereka, Persib akan dapat poin maksimal 87.
Sementara itu, bagaimana jika koleksi poin Persib sama dengan dua rivalnya? Skenario itu akan membuat juara Super League ditentukan oleh head to head.
Tim dengan head to head terbaik di antara ketiga tim itu, akan menentukan siapa juara Super League pada akhir musim ini.
Jika head to head tetap berimbang, tim juara akan ditentukan melalui selisih gol, jumlah gol yang dicetak, poin fair play, dan terakhir undian.
Setelahnya, menarik untuk tahu lawan Persib di sisa musim ini. Terdekat, Persib akan menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Senin 9 Maret 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan