Nikolaus Joaquin (kiri) dan Raymond Indra (kanan). (dok. PBSI)
INDOZONE.ID - Pasangan ganda putra Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin menjadi salah satu pasangan muda yang sedang mencuri perhatian di dunia bulu tangkis Indonesia.
Meski masih berusia awal 20-an, keduanya telah menunjukkan performa menjanjikan di berbagai turnamen internasional dan mulai diperhitungkan di level elite dunia.
Bahkan, di debut All England pertamanya, mereka berhasil masuk ke gerbang semi final melawan Kim Won Ho/Seo Seung Jae, walaupun akhirnya harus gugur dari ganda putra asal Korea ranking 1 dunia itu (07/03).
Langkah yang mereka raih itu merupakan angin segar bagi sektor ganda putra bulutangkis Indonesia, mengingat, All England merupakan salah satu ajang bulu tangkis bergengsi dan tertua di dunia yang mempertemukan atlet-atlet dengan ranking top dunia.
Baca juga: Jadwal Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2026, Indonesia Waspadai Kekuatan China dan Korea Selatan
Raymond Indra merupakan pebulu tangkis kelahiran Bandung, Jawa Barat yang lahir pada 24 April 2004. Ia mulai menekuni bulu tangkis sejak kecil setelah terinspirasi oleh sang ayah, lalu berlatih secara profesional di klub Scorpio Bandung sebelum resmi bergabung dengan klub PB Djarum pada 2018.
Raymond kemudian masuk ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI pada 2022 setelah menjuarai seleksi nasional.
Sementara itu, Nikolaus Joaquin berasal dari Jakarta dan mulai bermain bulu tangkis sejak usia enam tahun. Ia dikenal sebagai pemain ganda putra yang memiliki kecepatan dan permainan net yang solid.
Di Pelatnas, Joaquin sempat dipasangkan dengan beberapa partner sebelum akhirnya digandengkan dengan Raymond Indra.
Duet Raymond/Joaqin sendiri terbentuk pada 2025 di bawah arahan pelatih ganda putra Chafidz Yusuf. Sejak awal dipasangkan, keduanya langsung menunjukkan chemistry yang kuat di lapangan dan berhasil mengalahkan seniornya, Fajar/Fikri, di berbagai pertandingan.
Baca juga: Saina Nehwal Akhiri Karier Profesional, Tutup Perjalanan Panjang di Dunia Bulu Tangkis
Karier Raymond Indra sebenarnya sudah terlihat sejak level junior. Ia sempat menjuarai Bahrain International Challenge 2021 bersama Daniel Edgar Marvino serta meraih beberapa podium di turnamen internasional lainnya.
Ketika mulai berpasangan dengan Nikolaus Joaquin pada 2025, performa keduanya meningkat pesat. Mereka langsung meraih beberapa gelar internasional seperti Singapore International Challenge dan Sri Lanka International Challenge. Setelah itu, pasangan ini kembali menambah gelar di Luxembourg Open dan Denmark Challenge pada musim yang sama.
Puncak prestasi mereka datang saat berhasil menjuarai Australian Open 2025. Dalam turnamen tersebut, Raymond/Joaquin sukses mengalahkan sejumlah pasangan papan atas, termasuk senior mereka dari Indonesia di partai final.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan