INDOZONE.ID - Gairah dan semangat John Herdman terlihat sepanjang laga Timnas Indonesia kontra Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Alih-alih duduk santai, ia berdiri dan beri instruksi tanpa henti hampir sepanjang pertandingan.
Tanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat 28 Maret, 2026, malam WIB, Timnas Indonesia menang 4-0 melalui gol-gol dari Beckham Putra (15’ dan 25’), Ole Romeny (53’), dan Mauro Zijlstra (75’).
Dalam konferensi pers usai pertandingan, John Herdman menjelaskan bahwa aksinya di pinggir lapangan merupakan wujud gairah terhadap sepak bola.
“Ya, saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah dan, yah,” kata John Herdman.
Baca juga: John Herdman Jamin Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Ia menegaskan, bahwa gairah harus ada. Akan tetapi, ia tidak melupakan faktor taktik yang menjadi dasar utama dalam permainan sepak bola, selain fisik dan mentalitas.
“Menurut saya gairah itu harus ada. Tetapi jelas ada kerangka taktis dan saya memiliki harapan yang tinggi terhadap para pemain. Dan ketika Anda menyatukan sebuah tim untuk waktu yang singkat, Anda butuh pengingat yang konstan,” jelasnya.
Timnas Indonesia menang besar, tapi tidak diraih dengan mudah. John Herdman menilai Saint Kitts and Nevis bukan lawan mudah, menilik pada pengalamannya saat masih melatih Kanada.
“Terakhir kali saya melawan St. Kitts and Nevis, kami (Kanada), Anda tahu, kami memiliki pemain dari Bayern Munich (Alphonso Davies), kami hanya mengalahkan mereka 1-0. Itu pertandingan yang sangat sulit, di St. Kitts and Nevis,” ujar sosok yang meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022 itu.
Baca juga: Debut Bersama Timnas Indonesia, John Herdman Kaget dengan Atmosfer Gila SUGBK
Ia menegaskan, bahwa Saint Kitts and Nevis tidak boleh diberi celah. Jika mencuri gol, John Herdman menilai Saint Kitts and Nevis akan jadi lawan yang menyulitkan.
Tak ayal, John Herdman memuji kedisiplinan para pemain Timnas Indonesia dalam pertandingan semalam. Ia menilai disiplin jadi kunci kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis.
“Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap, Anda tahu, mencoba mencetak lebih banyak gol ketika tim lawan bertahan dan Anda bisa terbuka dan terkena serangan balik. Tetapi, malam ini kedisiplinan itu ada. Saya sangat terkesan,” tutur pelatih asal Inggris itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan