Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor (X @FabrizioRomano)
INDOZONE.ID - Tottenham Hotspur resmi mengakhiri kerja sama dengan Igor Tudor sebagai manajer pada Minggu (29/3). Keputusan tersebut diumumkan klub sebagai hasil kesepakatan bersama, setelah masa kepelatihannya yang sangat singkat, hanya 44 hari.
Pelatih asal Kroasia itu gagal memberikan dampak positif bagi tim. Selama menukangi Spurs, Tudor tidak mampu meraih satu pun kemenangan di Premier League. Rentetan hasil buruk tersebut membuat Tottenham terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.
Tudor ditunjuk pada 13 Februari untuk menggantikan Thomas Frank yang sebelumnya dipecat. Ia datang dengan reputasi sebagai pelatih berpengalaman, setelah sempat menangani klub-klub besar seperti Juventus dan Marseille.
Namun, debutnya langsung dihadapkan pada tantangan berat. Pada 22 Februari, Tottenham harus melakoni Derby London Utara melawan Arsenal yang saat itu sedang dalam performa puncak.
Hasilnya, Spurs kalah telak 1-4. Tudor pun mengakui adanya perbedaan kualitas yang signifikan antara kedua tim.
"Arsenal mungkin salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Ada jarak yang cukup besar antara kami dan mereka," ujar Tudor usai pertandingan.
Baca juga: Jelang Laga Kontra Liverpool, Igor Tudor Akui Tottenham Berada Dalam Situasi Sulit
Setelah hasil buruk tersebut, performa Tottenham tak kunjung membaik. Mereka kembali menelan kekalahan 1-2 dari Fulham, sebelum dipermalukan Crystal Palace 1-3 di kandang sendiri.
Situasi ini memicu kekecewaan suporter. Dalam laga melawan Palace, sejumlah fans bahkan memilih meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir sebagai bentuk protes terhadap performa tim.
Performa buruk Spurs juga berlanjut di Liga Champions. Pada 10 Maret, mereka menghadapi Atletico Madrid dalam laga tandang.
Tottenham tampil sangat buruk di awal pertandingan dengan kebobolan tiga gol hanya dalam 17 menit pertama. Dua kesalahan fatal kiper Antonin Kinsky menjadi sorotan.
Tudor kemudian mengambil keputusan kontroversial dengan menarik keluar Kinsky pada menit ke-17. Langkah ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk legenda sepak bola yang menilai keputusan tersebut terlalu ekstrem.
Meski demikian, Tudor membela keputusannya dengan menyebut hal itu dilakukan untuk melindungi tim dan sang pemain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Espn.com