INDOZONE.ID - John Herdman memulai kampanye sebagai Pelatih Timnas Indonesia dengan predikat runner-up FIFA Series 2026. Skuad Garuda gagal jadi juara usai takluk 0-1 oleh Bulgaria di final.
Timnas Indonesia melaju ke final usai menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Seperti Timnas Indonesia, Bulgaria pun melaju ke final usai menghabisi lawan sebelumnya, yaitu Kepulauan Solomon, dengan skor mencolok 10-2.
Di atas kertas, Timnas Indonesia lebih lemah ketimbang Bulgaria yang pernah jadi semifinalis Piala Dunia 1994. Akan tetapi, permainan di partai puncak menunjukkan sebaliknya.
Tanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin 30 Maret 2026, Timnas Indonesia mengejutkan Bulgaria. Bagaimana tidak, Timnas Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen.
Baca juga: Erick Thohir Acungi Jempol Transformasi Timnas Indonesia di Bawah Asuhan John Herdman
Sayangnya, gawang Timnas Indonesia yang dikawal Emil Audero Mulyadi, justru bobol dari titik putih oleh Marin Petkov pada menit ke-38.
Setelah tertinggal, Timnas Indonesia beberapa kali mengancam gawang Bulgaria, terutama pada babak kedua.
Timnas Indonesia bahkan mencatatkan dua peluang emas melalui Ole Romeny (72’) dan Rizky Ridho (87’), tapi digagalkan mistar gawang. Pada akhirnya, Timnas Indonesia kalah tipis dari Bulgaria.
Menilik kekalahan tersebut, John Herdman tentu akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan Timnas Indonesia. Akan tetapi, ia tidak melakukannya sesaat setelah pertandingan.
Karena sangat ingin memenangkan pertandingan kontra Bulgaria, John Herdman mengaku amat emosional saat pertandingan berakhir.
Supaya lebih objektif, ia akan menelaah apa saja kelemahan dan kekuatan Timnas Indonesia nanti saat kepalanya sudah lebih dingin.
"Untuk perbaikan, saya akan meninjau pertandingan dalam dua minggu ke depan. Saat ini saya masih emosional karena kami sangat ingin menang," kata John Herdman dalam jumpa pers setelah final, dikutip pada Jumat (3/4/2026).
"Saya selalu mengatakan, jangan berbicara terlalu banyak saat emosi. Saya perlu mundur sejenak, menilai pertandingan dengan kepala dingin, dan melihat kekuatan tim terlebih dahulu, hal-hal yang bisa kami bangun," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan