Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 APRIL 2026 • 14:00 WIB

Banding Ditolak Mentah-mentah, Leicester Tetap dapat Pengurangan 6 Poin dan Terancam Terlempar ke League One

Banding Ditolak Mentah-mentah, Leicester Tetap dapat Pengurangan 6 Poin dan Terancam Terlempar ke League OneKing Power Stadium, markas Leicester City. (REUTERS/Andrew Boyers)

INDOZONE.ID - Leicester City terancam terlempar ke divisi 3 Liga Inggris (League One) setelah banding mereka soal pengurangan poin ditolak.

Diketahui, hukuman pengurangan 6 poin yang dijatuhkan kepada Leicester City setelah klub berjuluk The Foxes itu setelah mereka terbukti melakukan pelanggaran aturan keuangan English Football League (EFL). Sanksi tersebut telah dijatuhkan oleh komisi independen pada Februari lalu.

Premier League yang juga turut serta dalam mengawasi kasus ini telah memastikan bahwa keputusan tersebut telah resmi dijatuhkan.

"Keputusan komisi independen yang merekomendasikan pengurangan enam poin terhadap Leicester City Football Club musim ini telah dijatuhkan oleh dewan banding independen," bunyi pernyataan resmi Premier League yang dikutip dari laman resminya pada Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Hansi Flick Puas dengan Penampilan Lamine Yamal meski Barcelona Kalah dari Atletico Madrid

Banding Ditolak Mentah-mentah, Leicester Tetap dapat Pengurangan 6 Poin dan Terancam Terlempar ke League OneMomen Leicester City juara piala FA 2021. (photo/REUTERS/MATTHEW CHILDS)

Akibat pengurangan poin tersebut membuat Leicester City turun dari peringkat ke-17 ke peringkat ke-22 klasemen divisi Championship musim ini.

Saat ini, performa Leicester City terus menurun hingga masuk ke zona degradasi. Mereka hanya terpaut satu poin saja dari zona aman dengan 5 pertandingan tersisa pada musim ini. Tentu saja, The Foxes harus berjuang lebih ekstra untuk bisa keluar dari zona degradasi dan bertahan di Divisi Championship.

Kasus ini awalnya saat Leicester City didakwa oleh Premier League pada Mei 2025 lalu karena melanggar aturan keuntungan dan stabilitas (PSR) terkait musim 2023/24 lalu, saat mereka bermain di Divisi Championship.

Namun, setelah mereka kembali terdegradasi ke Championship, kasus ini diambil alih oleh EFL, yang pada akhirnya menetapkan Leicester City bersalah melanggar aturan keuangan.

Baca juga: Sudah Berusia 39 Tahun, Luis Suarez Bersedia Kembali Perkuat Uruguay Jelang Piala Dunia 2026

Meski begitu, pihak Leicester City menegaskan bahwa mereka akan fokus untuk merampungkan musim kompetisi 2025/26. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak klub melalui laman resmi.

"Dengan kasus ini yang telah berakhir dan lima pertandingan tersisa, seluruh elemen klub sepenuhnya fokus pada laga-laga ke depan dan menentukan nasib musim kami melalui hasil di lapangan. Kami tahu ini adalah periode yang menantang dan kami berterima kasih atas dukungan para suporter," bunyi pernyataan resmi Leicester City melalui laman resminya.

Leicester City merasa kecewa saat hukuman dijatuhkan pada 5 Februari lalu dan menilai bahwa hukuman tersebut tidak proporsional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Premierleague.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banding Ditolak Mentah-mentah, Leicester Tetap dapat Pengurangan 6 Poin dan Terancam Terlempar ke League One

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!