INDOZONE.ID - Barcelona membutuhkan keajaiban saat menghadapi Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions di Metropolitano, Rabu (15/4/2026) pagi WIB.
Lamine Yamal dkk datang ke ibu kota Spanyol dengan beban berat usai kalah 0-2 di leg pertama di Camp Nou pada pekan lalu.
Dalam laga itu, Barcelona sebenarnya mendominasi. Namun kartu merah Pau Cubarsí mengubah jalannya pertandingan.
Baca juga: Tertinggal 2 Gol di Leg Pertama, Hansi Flick Pede Barcelona Bisa Comeback dari Atletico Madrid
Barcelona akhirnya kalah usai dibobol oleh Julián Álvarez dan Alexander Sørloth, yang membuat peluang Blaugrana untuk lolos semakin kecil.
Di pertandingan nanti, skuad asuhan Hansi Flick itu harus tampil maksimal jika ingin menjaga asa di Liga Champions.
Kemenangan atas rival sekota Espanyol di LaLiga pada akhir pekan kemarin jadi suntikan moral Yamal cs jelang laga penentuan melawan Atletico.
Di laga nanti, Barcelona masih punya motivasi untuk bangkit seperti yang pernah mereka alami di musim lalu, saat menghadapi Inter Milan meski pada akhirnya kalah di babak tambahan.
Kalau secara kualitas sih, Barcelona masih mampu mengejar ketertinggalan. Namun hasil akhir bisa kembali menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Flick.
Barcelona kemungkinan akan main ngotot sejak awal laga. Alasannya, Barcelona butuh gol untuk mengejar ketertinggalan, sehingga setiap detik berharga bagi mereka.
Sementara itu, tim tuan rumah kemungkinan bermain lebih defensif untuk menjaga keunggulan, memaksa Barcelona terus mencari celah.
Bukan tidak mungkin Barcelona mampu mencetak dua gol dan membuka peluang lolos. Namun, lini belakang mereka yang rapuh membuat sulit untuk menahan Atlético selama 90 menit.
Atletico Madrid selalu menang dalam dua pertemuan fase gugur Liga Champions melawan Barcelona (2013–14 dan 2015–16). Bahkan era Lionel Messi, Neymar Jr., dan Andrés Iniesta pun gagal menaklukkan tim tangguh Simeone di leg kedua tandang.
Barcelona menjadi tim dengan kebobolan terbanyak di Liga Champions sejak musim lalu, yakni 43 gol. Selain itu, mereka gagal mencatat clean sheet dalam 14 laga beruntun—rekor terburuk bersama tim Spanyol lainnya dalam sejarah kompetisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan