Skuad Real Madrid jelang laga kontra Mallorca pada Sabtu (4/4/2026) (Instagram @realmadrid)
INDOZONE.ID - Real Madrid berada dalam situasi yang sangat akrab dengan sejarah mereka, yakni terpojok di babak perempatfinal Liga Champions musim 2025/2026.
Kekalahan tipis 1-2 dari Bayern Munich di Santiago Bernabeu pekan lalu (8/4/2026) memaksa anak asuh Alvaro Arbeloa tersebut untuk melakukan keajaiban di Allianz Arena pada Kamis dini hari nanti.
Meski gol Kylian Mbappe di leg pertama memberikan nafas buatan, gol dari Luis Diaz dan Harry Kane membuktikan bahwa Die Roten musim ini bukan lawan sembarangan.
Namun, jika ada satu tim yang punya "lisensi" untuk membalikkan keadaan di kompetisi ini, itu adalah sang Raja Eropa.
Baca juga: Jude Bellingham Minta Real Madrid Tampil Berani Lawan Bayern Munich di Liga Champions
Lantas, apa yang harus dilakukan Los Blancos untuk menciptakan remontada di Munich? Berikut analisisnya:
Leg pertama membuktikan betapa kejamnya serangan balik Bayern. Gol Luis Diaz bermula dari kesalahan individu yang tak perlu di area vital.
Melawan tim asuhan Thomas Tuchel yang sangat disiplin, duet bek tengah Madrid harus tampil sempurna. Ketenangan dalam memutus transisi cepat Bayern akan menjadi pondasi utama jika Madrid ingin tetap menjaga asa.
Baca juga: Real Madrid Ingin Bawa 'Pulang' Toni Kroos
Meski mencetak gol di leg pertama, koneksi antara Vinicius Junior dan Kylian Mbappe terlihat belum mencapai puncaknya di Bernabeu. Di Allianz Arena, Madrid tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan.
Mbappe harus lebih klinis di depan gawang Manuel Neuer, sementara Vinicius perlu mengeksploitasi kecepatan untuk menarik keluar bek Bayern seperti Dayot Upamecano dari posisinya.
Siapa pun yang menguasai lini tengah akan menguasai pertandingan. Madrid membutuhkan kreativitas ekstra untuk membongkar pertahanan rapat Bayern.
Kemampuan mengatur tempo sangat krusial agar Madrid tidak terjebak dalam permainan kick and rush yang disukai tuan rumah. Gol cepat di 15 menit pertama akan mengubah dinamika mental seluruh stadion.
Sejarah telah membuktikan bahwa 90 menit di kompetisi Eropa bagi Real Madrid adalah waktu yang cukup untuk mengubah kemustahilan menjadi kenyataan. Namun, Allianz Arena bukanlah tempat yang ramah bagi tamu yang datang dengan luka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan