Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia. (Instagram/@kevindiks2)
INDOZONE.ID - Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia selalu jadi pembahasan menarik bagi pencinta sepak bola Tanah Air.
Bagaimana tidak, patut diakui, kehadiran pemain naturalisasi berdarah Indonesia telah mengangkat prestasi Skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir ini.
Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia masih kerap dikaitkan dengan para pemain keturunan yang berpeluang dinaturalisasi di masa depan.
Apalagi, Timnas Indonesia sekarang belum diperkuat pemain naturalisasi pilihan John Herdman. Para pemain naturalisasi yang kini memperkuat Timnas Indonesia merupakan peninggalan Shin Tae-yong (STY).
Baca juga: Demi Mendapat Banyak Pengalaman, John Herdman Minta Timnas Indonesia Terbiasa Main Tandang
Nah, ini prediksi enam calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia era John Herdman. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!
Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Laurin Ulrich. (Instagram/@laurin.ulrich)
Daftar ini akan dimulai dengan gelandang serang 1.FC Magdeburg, Laurin Ulrich, yang merupakan pemain pinjaman dari VfB Stuttgart.
Pemain kelahiran Jerman, pada 31 Januari 2005 itu memiliki darah Indonesia dari keluarga ayahnya. Sang ayah memang lahir di Jerman, tapi kakeknya lahir di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Pada musim 2025/2026, Ulrich sudah main 36 kali dengan torehan 3 gol dan 3 assist. Dengan umur yang baru 21 tahun, Ulrich masih punya banyak waktu untuk berkembang jadi pemain hebat.
Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jenson Seelt. (Instagram/@jensonseelt)
Pemain berikutnya masih bermain di sepak bola Jerman, bahkan kasta tertingginya, yaitu Bundesliga. Pemain yang dimaksud adalah bek tengah VfL Wolfsburg, Jenson Seelt.
Baca juga: Hasil Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Siap Tantang Jepang di Grup F!
Pemain kelahiran Belanda pada 23 Mei 2003 itu punya darah Indonesia dari sang kakek yang berasal dari Maluku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Transfermarkt, Amatan