Manajemen Persiraja Banda Aceh menganggarkan dana hingga Rp30 miliar untuk mengarungi Liga 1 2020. Klub yang baru promosi ke kompetisi teratas sepak bola Indonesia itu butuh dana besar demi menggaji para pemain.
“Kami menganggarkan Rp25-30 miliar. Dari jumlah itu, pengeluaran tertinggi untuk gaji, hampir 60 persen,” ujar Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani.
Rahmat mengatakan alokasi anggaran tertinggi kedua adalah transportasi yang mencapai 20 persen.
“Sisanya baru untuk yang kecil-kecil, seperti katering, hotel dan sebagainya,” ujar Rahmat.
Demi menambah pemasukan klub, manajemen Persiraja terus bergerak mencari sponsor. Salah satu cara menggaet perhatian sponsor adalah, memberikan keyakinan bahwa Persiraja mampu berbicara banyak di Liga 1 2020.
Klub berjuluk Laskar Rencong ini berupaya keras tidak terdegradasi pada akhir musim. Mereka pun ingin sebisa mungkin menempati peringkat 10 besar.
“Kelemahan kami saat ini, belum mendapatkan sponsor besar karena mereka belum percaya. Begitu tantangannya. Sekarang bagaimana Persiraja bertahan dahulu di Liga 1,” ujar Rahmat.
Liga 1 Indonesia 2020 berlangsung mulai 29 Februari 2020. Ada 18 tim yang bakal bersaing menjadi yang terbaik, termasuk tiga klub promosi dari Liga 2 2019, yakni Persik Kediri, Persita Tangerang dan Persiraja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: