Pemain Timnas Maroko, Hakim Ziyech, diketahui gemar bersedekah (REUTERS/Carl Recine)
Penyerang Timnas Maroko, Hakim Ziyech, menjadi sorotan bukan hanya karena performanya yang ciamik di sepanjang perhelatan Piala Dunia 2022. Namun, belakangan diketahui bahwa Ziyech adalah sosok yang suka bersedekah secara sembunyi-sembunyi.
Berdasarkan laporan yang dimuat Sport Bible, Kamis (15/12/2022), Ziyech tidak mengambil gaji dan bonus yang didapatnya di Timnas Maroko. Ziyech sendiri sudah bergabung dengan Timnas Maroko sejak 2015.
Disebutkan bahwa pendapatan yang diterima Ziyech dari Timnas Maroko ia sumbangkan kepada keluarga miskin di negaranya tersebut. Selain mereka, Ziyech juga menyumbangkannya kepada anggota keluarga dari staf Timnas Maroko yang membutuhkan.
Timnas Maroko sejatinya sudah membuat sejarah luar biasa di Piala Dunia 2022 dengan melaju hingga semifinal. Maroko pun mencatatkan diri sebagai negara Afrika pertama yang mampu menembus semifinal Piala Dunia.
Baca Juga: Kencangnya Tendangan Mbappe, Bikin Fans Sampai Semaput Gara-gara Kena Gebok
Tak ayal, hal ini membuat para pemain Maroko kebanjiran banyak bonus. Namun, Ziyech siap untuk memberikan penghasilannya di Timnas Maroko ini kepada orang-orang miskin.
Langkah Timnas Maroko memang terhenti di semifinal usai ditumbangkan Prancis 0-2. Namun, perjuangan mereka di sepanjang Piala Dunia 2022 akan selalu dikenang oleh masyarakat dunia.
Baca Juga: Ada di Mana-mana, Antoine Griezmann Disebut Jelmaan N’Golo Kante oleh Paul Pogba
Sebelum resmi memperkuat Maroko, Hakim Ziyech pernah dipanggil untuk memperkuat kelompok umur Timnas Belanda, seperti U-19, U-20, dan U-21. Namun, pada akhirnya ia memutuskan untuk membela Maroko yang merupakan tempat asal orang tuanya.
Sejauh ini Ziyech sudah tampil sebanyak 49 kali untuk Timnas Maroko dan mencatatkan 19 gol. Kini Ziyech menjadi sosok yang diperebutkan oleh sejumlah klub elite Eropa, mengingat ia tak menjadi pilihan utama di Chelsea.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: