Para pemain Chelsea. (REUTERS/David Klein)
Chelsea benar-benar bergerak sangat aktif di dua periode bursa transfer musim 2022/2023. Terhitung ada 15 pemain baru yang didatangkan manajemen Chelsea di dua periode bursa transfer musim 2022/2023.
8 pemain didapatkan Chelsea pada bursa transfer musim panas 2022, yakni Pierre-Emerick Aubameyang, Raheem Sterling, Carney Chukwuemeka, Denis Zakaria, Marc Cucurella, Kalidou Koulibaly, Wesley Fofana, dan Gabriel Slonina.
Sementara 7 pemain lainnya hadir di skuad Chelsea pada bursa transfer musim dingin 2023, yaitu Joao Felix, Benoot Badiashile, Andrey Santos, Mykhaylo Mudryk, Noni Maudeke, Datro Fofana, serta Enzo Fernandez.
Untuk mendapatkan 15 pemain baru tersebut, manajemen Chelsea pun menggelontorkan dana hingga 629 juta euro (Rp10,2 triliun). Jumlah uang yang benar-benar di luar logika untuk belanja pemain.
Baca Juga: 10 Transfer Pemain Termahal dalam Sejarah, Enzo Fernandez Langsung Tempati Posisi 4
Chelsea pun melampaui rekor penggeluaran Barcelona di dua periode bursa transfer musim 2017/2018. Pada saat itu, manajemen Barcelona membelanjakan uang hingga 380 juta euro (Rp6,1 triliun).
Kebijakan Chelsea menggelontorkan begitu banyak uang di dua periode bursa transfer musim panas 2022/2023 mendapatkan sorotan dari para pecinta sepak bola. Terlebih hingga kini skuad berjuluk The Blues itu tak kunjung diberikan hukuman Financial Fair Play (FFP).
Lantas apa yang membuat Chelsea terlepas dari hukuman FFP, padahal mengeluarkan begitu banyak uang untuk belanja pemain? Jawaban ialah manajemen Chelsea melakukan cara unik agar klubnya lepas dari jerat hukuman FFP meski jor-joran belanja pemain.
Dalam aturan baru terkait FFP, UEFA memang telah mengizinkan setiap klub kehilangan 60 juta euro (Rp983 miliar) selama tiga musim. Selain itu, 90% pendapatan klub dapat dialokasikan pada gaji dan transfer pemain.
Sementara itu, batas pengeluaran akan dikurangi menjadi 80% pada 2024 dan 70% mulai 2025. Untuk di Liga Inggris sendiri, setiap klub diizinkan mengalami kerugian hingga 105 juta euro (Rp1,7 triliun) selama tiga tahun.
Baca Juga: Ngakak! Pemain Chelsea Ini Gak Tahu Jorginho Udah Pindah ke Arsenal
Hal itu membuat setiap klub di Liga Inggris pun dapat membelanjakan uangnya untuk pemain baru, asalkan tak melebihi batas pengeluaran itu. Manajemen Chelsea mengakali hal itu dengan cara memberikan kontrak jangka panjang untuk para pemain barunya.
Dengan durasi kontrak panjang, maka manajemen Chelsea memiliki kesempatan untuk membayar transfer sang pemain dengan cara dicicil kepada klub sebelumnya. Hal itu pun dilakukan pada kasus transfer Mudryk dan Fernandez.
Ya, pihak Chelsea disebut-sebut mencicil transfer Mudryk dan Fernandez selama durasi kontrak kedua pemain tersebut di Stamford Bridge. Dengan begitu, pihak Chelsea tetap bisa melaporkan pengeluaran tahunannya tak melebihi batas yang sudah ditetapkan.
Cara ini memang menuai kontroversial, dan menyebut manajemen Chelsea licik. Namun jika dilihat dari aturan FFP yang baru, memang benar jika Chelsea tidak melanggar aturan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: