Erick Thohir maju menjadi calon ketua umum PSSI 2023-2027 (INDOZONE/Asep Bidin Rosidin)
Erick Thohir telah resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Berniat untuk menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik, Erick Thohir pun sudah punya sejumlah rencana yang akan ia jalankan jika nanti terpilih sebagai Ketum PSSI.
Pada pemilihan kali ini Erick Thohir akan bersaing dengan empat nama lain, yakni La Nyalla Mattalitti, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, dan Fary Djemy Francis. Erick cukup diunggulkan dalam pemilihan kali ini karena ia punya pengalaman di sepak bola dengan menjadi Presiden Inter Milan.
Berikut 5 janji Erick Thohir jika dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI:
1. Lanjutkan Liga 2 dan Liga 3
Hasil rapat Exco PSSI 12 Januari 2023 menyatakan bahwa kompetisi Liga 2 dan Liga 3 mesti dihentikan karena sejumlah faktor. Hal ini lantas mendapat protes dari banyak pihak, termasuk Asosiasi Pesepak Bola Profesional Internasional (FIFPRO).
Dihentikannya Liga 2 dan Liga 3 pasalnya memberikan sejumlah efek negatif. Salah satunya adalah soal kesejahteraan para pemain di kompetisi tersebut karena mereka tiba-tiba harus diputus kontrak lantaran tiadanya pertandingan.
Selain itu, dihentikannya Liga 2 dan Liga 3 juga membuat kompetisi Liga 1 2022/2023 tidak menerapkan sistem degradasi. Maka dari itu, Erick Thohir akan mengupayakan agar gelaran Liga 2 dan Liga 3 bisa dilanjutkan kembali.
"Liga 2 dan Liga 3 Insyaallah diadakan agar sepakbola Indonesia semakin berkembang dan maju," kata Erick Thohir.
2. Kejar Ketertinggalan dari Negara Lain
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Timnas Indonesia sejak lama gak berprestasi. Bahkan sampai saat ini Indonesia belum pernah sekalipun menjuarai Piala AFF.
Erick Thohir pun menyadari bahwa sepak bola Indonesia mengalami ketertinggalan dari negara lain. Maka dari itu, ia akan berupaya mengebut ketertinggalan ini dengan sejumlah program yang sudah ia siapkan.
"Banyak yang sering bilang ke saya, sepak bola kita jalan di tempat. Saya rasa kurang sepakat. Sepak bola kita juga berkembang, tapi perkembangan negara lain jauh lebih cepat. Ini yang ingin saya kejar," ujar Erick Thohir.
Baca Juga: Man City Diambang Hukuman Degradasi, Haaland Ancang-ancang Pindah ke Barcelona
3. Benahi Kualitas Wasit
Tak bisa dimungkiri bahwa kualitas wasit di Liga Indonesia (Liga 1, Liga 2, dan Liga 3) masih jauh dari kata memuaskan. Pasalnya, wasit kerap salah dalam mengambil keputusan yang mana pada akhirnya menjadi kontroversi.
Jika hanya salah sesekali dalam membuat keputusan, hal ini bisa dimaklumi. Namun, jika sudah terlampau sering, masyarakat pun mulai meragukan dengan kualitas wasit yang tersedia. Bahkan, banyak yang menganggap kalau para wasit ini sebetulnya gak mengerti peraturan dalam sepak bola.
“Perwasitan harus diperbaiki, kedekatan dengan suporter harus diperbaiki," sebut Erick Thohir.
4. Penggunaan VAR
Video Assistant Referee (VAR) telah menjadi hal yang lumrah di dunia sepak bola sekarang. Perangkat tersebut pasalnya dapat membantu wasit untuk meminimalisir kesalahan mereka dalam membuat keputusan.
Hanya saja, menggunakan perangkat VAR membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, Erick Thohir akan mengupayakan agar VAR bisa digunakan di kompetisi sepak bola Indonesia.
“Makanya kita jangan menyalahkan siapa-siapa. Jangan salahkan wasit. Makanya nanti implementasi dengan VAR seperti di Piala Dunia,” tutur Erick Thohir.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Tantang Argentina dan Portugal di Laga Uji Coba, Bisa Menang Ga Ya?
5. Bangun Training Center untuk Timnas Indonesia
Erick Thohir merasa prihatin karena sampai saat ini tidak ada fasilitas khusus untuk Timnas Indonesia. Padahal, itu bisa menjadi salah satu faktor penting untuk membuat Timnas Indonesia berprestasi.
"Tim nasional, tidak ada fasilitas untuk tim nasional. Negara sebesar dan sekaya ini tidak punya fasilitas untuk tim nasional. Harus dibangun duluan kalau bisa tahun depan jadi. Harus," kata Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: