INDOZONE.ID - Winger Borneo FC U-20, Hugo Samir, kembali berulah dan gagal mengontrol emosinya dalam sebuah pertandingan yang dijalaninya. Ya, Hugo memukul pemain lawan hingga mendapatkan kartu merah langsung EPA Liga 1 U-20 2023-2024 pada 14 Oktober 2023.
Insiden tersebut terjadi saat Samir tampil di lanjutan EPA Liga 1 U-20 2023-2024 pada 14 Oktober 2023 antara Borneo FC U-20 melawan Persib Bandung U-20.
Dalam pertandingan tersebut, Samir terbukti memukul salah satu pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung dari wasit.
Baca Juga: PSSI Dukung Arab Saudi Tuan Piala Dunia 2034, Begini Isi Lengkap Surat Bentuk Dukungannya
Hal itu pun membuat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman kepadanya. Ya, Komdis memberikan hukuman larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan denda sebesar Rp5 juta.
Apa yang terjadi pada Samir tersebut tentu sangat disayangkan. Pasalnya, pemain berusia 18 tahun tersebut diharapkan oleh para pecinta sepak bola Tanah Air untuk bisa menjadi andalan di masa mendatang.
Pasalnya selain berusia masih muda, Samir sebenarnya memiliki kemampuan di atas rata-rata. Namun bakatnya sebagai pesepakbola tidak dibarengi dengan kemampuannya dalam mengontrol emosi.
Samir juga sempat menjadi penyebab kegagalan Timnas Indonesia U-24 di ajang Asian Games 2022 Hangzhou beberapa waktu lalu. Ya, di babak 16 Besar kontra Uzbekistan, Samir dapat kartu merah usai menyikut pemain lawan.
Hasilnya, Timnas Indonesia U-24 pun harus bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan. Kekurangan pemain, membuat skuad asuhan Indra Sjafri tersebut akhirnya takluk 0-2 dari Uzbekistan.
Baca Juga: Soal Isu Lionel Messi Balik ke Barcelona, Begini Jawaban Fabrizio Romano
Selain aksi kurang terpujinya di babak 16 Besar Asian Games 2022 kontra Uzbekistan, Samir juga sempat dihukum larangan bermain selama 1 tahun.
Momen itu terjadi pada November 2021, yang mana Samir kala itu masih berstatus pemain U-18 di Bhayangkara FC. Samir melakukan aksi kekerasan kepada wasit hingga mendapatkan hukuman larangan bermain 1 tahun dan denda sebesar Rp5 juta.
Kini kita semua berharap agar Samir bisa mengubah sikapnya tersebut demi masa depannya sebagai pesepakbola. Pasalnya jika terus begini, maka bukan tak mungkin karier Samir sebagai pesepakbola takkan mampu berkembang jadi lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: