Pertandingan sepak bola putra PON Aceh Vs Sulawesi Tengah berakhir ricuh.
INDOZONE.ID - Tim Sepakbola Putra Aceh berhasil lolos ke semifinal cabor sepak bola Putra PON XXI Aceh-Sumut dengan kemenangan WO usai tim Sulawesi Tengah memilih untuk mengundurkan diri setelah insiden pemukulan wasit dan berbagai keputusan kontroversial wasit yang dianggap menguntungkan tuan rumah.
Sejak awal pertandingan antara Aceh vs Sulteng berlangsung dengan panas di Stadion Haji Dimurtala. Sulawesi tengah mencetak gol terlebih dahulu melalui Alan Wahyu di menit ke-24.
Pertandingan terhenti di menit ke-38 akibat terjadi adu mulut antara pelatih Sulteng dan staf pelatih Aceh di pinggir lapangan. Penonton yang melihat kejadian tersebut juga tersulut emosi dan melemparkan botol ke bench Sulteng.
Baca Juga: Kontroversi Penjualan Tiket Sepak Bola PON XXI Aceh-Sumut 2024: Calo atau Kehabisan Stok?
Sulteng bermain dengan 10 orang di menit ke-74 setelah Wahyu Aiman mendapatkan kartu kuning kedua. Pemain bernomor punggung 25 tersebut dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi saat mencoba untuk membuang bola dan hampir terkena kepala pemain Aceh.
Sulteng mencoba bermain bertahan untuk mempertahakan keunggulan. Pertandingan berjalan cukup keras sehingga wasit kembali mengeluarkan kartu kuning dan dua kartu merah lagi untuk Sulteng.
Wasit memberikan kartu merah kedua untuk Moh Akbar pada menit ke-85 membuat pemain Sulteng protes. Pertandingan sempat berhenti beberapa lama karena perselisihan sebelum wasit melanjutkan pertandingan dan memberikan tambahan waktu sebanyak 13 menit.
Beberapa menit kemudian, pemain Sulteng M Riski Saputra kembali mendapatkan kartu merah akibat memukul wasit asal Sidoarjo, Achmad Hafid Hilmi di bagian kepala hingga terjatuh sekaligus menjadikan Sulteng mendapatkan 3 kartu merah.
Pemain Sulteng pukul wasit.
Wasit kemudian dibawa keluar lapangan menggunakan ambulans. Sang pemain tidak puas karena wasit memberikan penalti ke Aceh padahal pemain Sulteng menganggap hal tersebut bukan pelanggaran.
Ketika para pemain Sulteng melakuan protes keras, suporter tuan rumah tersulut emosi dan kembali melemparkan benda seperti botol, dan kantong plastik.
Eksekusi penalti dilakukan oleh pemain Aceh yang berhasil digagalkan oleh Kiper Sulteng, Rexy skor bertahan 1-0.
Tidak selang beberapa lama, Aceh mendapatkan penalti usai pemain Sulteng dianggap oleh wasit melakukan handball. Akmal Juanda yang mengambil penalti tersebut berhasil menjebol penjaga gawang Sulteng, Rexy. Skor 1-1 bertahan hingga selesainya pertandingan.
Pertandingan harusnya dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, akan tetapi pemain Sulteng tak kunjung untuk keluar dari locker room.
Setelah ditunggu berapa saat akhirnya Sulteng memutusakan untuk mengundurkan diri dari pertandingan karena wasit dianggap berat sebelah.
Pelatih sepak bola Putra PON Sulteng yang juga mantan pemain Timnas Indonesia, Zulkifli Syukur mengaku kecewa atas kejadian ini dan bersumpah akan membawa kejadian ini ke komisi wasit PSSI dan menuntut agar seluruh wasit yang terlibat di pertandingan kali ini lisensi wasitnya dicabut.
Pemain Sulteng yang memutuskan untuk mengundurkan diri menangis di sepanjang locker room, mimpi mereka berasa dirampas karena keputusan wasit yang berat sebelah untuk tim tuan rumah, Aceh.
Baca Juga: PSSI Aceh Pastikan Tak Ada Tiket untuk Pertandingan Sepak Bola PON XXI/2024, Bisa Ditonton Gratis
Aceh yang akhirnya memenangkan pertandingan dengan WO akan lanjut ke babak Semifinal melawan Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/9/2024) malam WIB.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan