Kiper asal Indonesia, Cyrus Margono, saat bermain bersama klubnya, yakni KF Dukagjini
INDOZONE.ID - Klubi Futbollistik Dukagjini, atau yang lebih dikenal KF Dukagjini, mungkin bagi sebagian orang adalah sebuah nama yang asing didengar.
Meskipun begitu, klub yang berbasis di kota Klina, Kosovo ini memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian penting bagi persepakbolaan Kosovo selama bertahun-tahun.
Bagi yang belum tahu, KF Dukagjini merupakan sebuah klub sepak bola asal Kosovo yang berlaga di Kosovo Superliga, kasta tertinggi di liga sepak bola Kosovo.
Berdiri sejak tahun 1958, nama "Dukagjini" sendiri diambil dari sebuah daerah bernama Dukagjin (disebut juga Metohija oleh orang Serbia) di Kosovo.
Baca Juga: Jelang Laga Manchester City vs Liverpool, Mohamed Salah Puji Kualitas Erling Haaland
Sejak awal berdirinya tim kebanggaan masyarakat Klina ini, KF Dukagjini telah melalui berbagai rintangan yang begitu berat.
Promosi dan degradasi antara kasta sepak bola di Kosovo telah menjadi makanan pokok bagi tim yang bermarkas di Stadiumi 18 Qershori ini.
Pertanyaannya, apa yang menyebabkan KF Dukagjini ini menjadi sangat spesial?
KF Dukagjini memiliki julukan yang sangat unik dari kebanyakan klub sepak bola lainnya di sekitar Kosovo. Julukan tersebut adalah "Hithat", atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti "Tanaman Jelatang".
Baca Juga: Manchester United Akan Pecat Staf yang Sering Membocorkan Informasi Ruang Ganti Klub
Mungkin bagi sebagian orang, julukan tersebut terdengar aneh, tetapi memiliki makna yang mendalam bagi klub dan para pendukungnya.
Tanaman jelatang dikenal karena sifatnya yang menyengat dan sulit untuk dihilangkan, mencerminkan semangat juang dan ketangguhan tim KF Dukagjini di lapangan hijau.
Julukan ini juga menjadi simbol bahwa KF Dukagjini tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan yang ada di hadapannya.
Salah satu momen paling membanggakan dalam sejarah KF Dukagjini ketika tim ini berhasil mendapatkan jasa kiper muda naturalisasi Indonesia, Cyrus Margono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan