Kolase foto Pep Guardiola dan Pepijn Lijnders
INDOZONE.ID - Manchester City resmi menunjuk Pepijn Lijnders sebagai asisten pelatih Pep Guardiola untuk musim depan.
Kehadiran Pepijn Lijnders di Manchester City adalah untuk menggantikan Juanma Lillo yang kontraknya habis pada musim panas ini.
Kabar tersebut diumumkan Manchester City di akun Instagram resminya baru-baru ini. Selain menunjuk Pepijn Lijnders, City juga menunjuk James French sebagai pelatih set-pieces.
Baca Juga: Timnas Belanda Pesta Gol di Groningen, Memphis Depay Ukir Sejarah Baru!
"Kami dengan senang hati mengonfirmasi dua janji kunci untuk pengaturan pelatihan tim pertama @pepteam. Pepijn Lijnders telah ditunjuk sebagai asisten pelatih sementara James French bergabung sebagai pelatih set-piece," tulis Manchester City melalui akun Instagramnya yang dikutip pada Rabu (11/6/2025).
Kedatangan Pepijn Lijnders ke Manchester City, dipastikan akan ada pendekatan taktikal baru untuk The Citizens. Sebab, Pepijn Lijnders dan Pep Guardiola memiliki filosofi permainan berbeda.
Pep Guardiola lebih terkenal mengadopsi permainan tiki-taka. Sementara itu, Pepijn Lijnders yang dikenal sebagai mantan asisten Jurgen Klopp terkenal dengan gaya permainan gegenpressing.
Lantas, bagaimana gambaran taktik Manchester City musim depan?
Baca Juga: Rayan Cherki Resmi Jadi Pemain Anyar Manchester City, Bagaimana Nasib Claudio Echeverri?
Pepijn Lijnders dan James French saat diperkenalkan sebagan staff kepelatihan baru Pep Guardiola
Duet Pep Guardiola dan Pepijn Lijnders diprediksi akan mengubah gaya permainan Manchester City musim depan lebih kolektif dan direct tetapi tetap dipadukan dengan possesion football.
Ada kemungkinan juga jika sistem permainan tiki-taka di Manchester City, akan dikombinasikan dengan gegenpressing ala Pepijn Lijnders. Mengingat, Guardiola dan Lijnders memiliki dua filosofi permainan yang berbeda.
Saat Manchester City menyerang, ada kemungkinan The Citizens akan menerapkan sistem permainan tiki-taka, tetapi akan dimodifikasi sedikit lebih memanfaatkan peluang yang ada.
Sementara itu, saat Manchester City kehilangan bola maka para pemain dituntut untuk melakukan pressing tinggi dan merebut bola secepat mungkin, serta melakukan serangan balik cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan