Ilustrasi Formula 1. (REUTERS/ERIC GAILLARD)
Pimpinan Formula 1 semakin dibuat pusing setelah Grand Prix Singapura dibatalkan karena pembatasan perjalanan di tengah pandemi Covid-19.
Seharusnya, perlombaan itu akan berlangsung pada akhir pekan 1-3 Oktober tetapi pihak berwenang setempat melarangnya.
Ini adalah balapan ketiga yang dibatalkan setelah GP Kanada dan Turki juga dibatalkan sementara tanggal untuk GP China tidak kunjung dikonfirmasi.
"Kami terus bekerja dengan semua promotor dan memiliki banyak pilihan untuk beradaptasi jika diperlukan," kata seorang juru bicara GP Singapura dikutip dari The Sun, Sabtu (5/6/2021).
Adapun alternatif untuk pembatalan GP Singapura adalah dengan menggelar 2 balapan di Austin Texas atau menghidupkan kembali GP Turki di akhir tahun.
Pilihan lain adalah menjadwal ulang GP China yang mundur dari tanggal awalnya pada bulan April.
"Kami memahami bahwa para penggemar kami menantikan edisi lain dari Grand Prix Formula 1 Singapura," kata Mr Colin Syn, Wakil Ketua Singapore GP Pte Ltd.
"Membatalkan acara untuk tahun kedua adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi perlu mengingat pembatasan yang berlaku untuk acara langsung di Singapura."
"Kami tidak akan dapat memberikan pengalaman acara penuh yang diharapkan penggemar selama bertahun-tahun, sambil menjaga kesehatan dan keselamatan penggemar, kontraktor, sukarelawan, dan staf kami."
Singapura sendiri telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan berhasil menjaga agar infeksi Covid-19 tetap rendah.
"Pada akhirnya, kita harus bertanggung jawab, berhati-hati dan bijaksana karena keselamatan adalah perhatian nomor satu kita," tambahnya.
“Kami menantikan kembalinya balapan Formula 1 dengan aman melawan cakrawala Marina Bay yang spektakuler.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: