Petinju Tyson Furry. (photo/Instagram/@gypsyking101)
Tyson Fury memilih untuk tidak mendapatkan suntikan vaksin Covid tahap kedua karena dia khawatir efek sampingnya akan memengaruhi persiapannya untuk pertarungan ketiganya dengan Deontay Wilder.
Juara kelas berat WBC Fury dijadwalkan akan melawan Wilder di Las Vegas pada 24 Juli mendatang.
Namun, Jumat (9/7/2021) lalu petinju Inggris itu dites positif Covid-19 sehingga pertemuan ketiganya dengan 'The Bronze Bomber' kemungkinan akan dijadwal ulang menjadi Oktober.
Co-promotor Fury, Bob Arum, telah mengungkapkan bahwa kondisi Furry kini 'jauh lebih baik' dan menegaskan sang juara harus divaksinasi sepenuhnya sebelum melanjutkan pertarungan dengan Wilder.
Arum mengklaim pada konferensi pers pertarungan bahwa Fury dan Wilder telah divaksinasi sepenuhnya.
Mengklarifikasi komentarnya ke Boxing Scene, dia menjelaskan bahwa dia berharap Fury mengambil vaksin Johnson & Johnson, yang hanya membutuhkan 1 dosis.
Fury ternyata sudah mengonsumsi Moderna yang membutuhkan 2 dosis.
Khawatir kemungkinan efek samping akan mengganggu persiapannya untuk pertarungan, 'The Gypsy King' memilih untuk tidak melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua.
"Dia baik-baik saja dengan itu," kata Arum dikutip dari metro.co.uk, Selasa (13/7/2021).
"Dia divaksinasi di Miami. Dia mendapat suntikan pertama. Dan kemudian dia berkata dia tidak ingin mendapatkan suntikan kedua karena dia tidak ingin efek (dari vaksinasi) pengaruhi pertarungan."
"Saya tidak tahu apakah suntikan kedua akan berarti apa-apa karena Anda masih bisa terkena Covid setelah mendapatkan suntikan kedua."
"Saya tidak tahu apakah itu akan membuat perbedaan, sungguh. Dia masih tidak akan bisa berlatih dengan itu."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: