Setelah mempersembahkan medali emas angkat berat putri di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, lifter Maria Magdalena mengungkapkan harapannya menjadi pegawai tetap di Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Pasalnya, dalam 3 tahun terakhir ini, Maria berstatus sebagai pegawai honorer di daerahnya.
Kini, dia berharap seluruh pengorbanan yang dijalani selama persiapan hingga pertandingan PON Papua bisa menjadi pertimbangan Pemkab Kuningan untuk mengangkat karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Baru tiga tahun terakhir ini saya jadi pegawai honorer. Berharap banget bisa jadi pegawai tetap. Mudah-mudahan jadi pertimbangan ya prestasi saya hari ini," katanya dikutip dari Antara, Rabu (13/10/2021).
Tampil di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Magdalena sukses menyabet emas dengan mencatatkan total angkatan 657,5kg di kelas 84kg putri yang dikumpulkan dari squat 240kg, bench press 180kg dan dead lift 237,5kg.
Baca Juga: Cerita Pilu Atlet Sumbar di PON Papua, Uang Bonus Medali Emas Terpaksa Buat Bayar Utang
Sebelumnya, honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Kuningan itu sempat mengkhawatirkan kondisi cedera lutut kanan akibat kesalahan teknis saat berlatih jelang PON Papua pada Februari 2021.
"Sebelum ke Papua, saya ada cedera lutut sebelah kanan. Tapi selama tampil di panggung saya lawan sakitnya. Saya hanya berpikir kalau saya pasti bisa," katanya.
Sebagian pendapatan dari pekerjaan rutin sebagai honorer dimanfaatkan Magdalena untuk menjalani terapi pemulihan cedera.
"Dalam seminggu, bisa dua sampai tiga kali terapi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: