Pebulutangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti memasang target untuk masuk pada jajaran 8 besar peringkat Federasi Badminton Dunia (BWF), pada musim kompetisi tahun 2023 yang sudah di depan mata.
"Dari hasil tahun ini tidak boleh merasa puas, tetap harus mau lebih lagi. Semoga tahun depan bisa masuk ke top eight," ujar Fadia dikutip dari Antara, Minggu (25/11/2022).
Menurut Fadia, target tersebut sudah diperhitungkan setelah melihat performa dari musim 2022 yang menjadi debut dia dan Apriyani sebagai ganda putri.
Baca Juga: Menpora Tegaskan PON Sumut-Aceh 2024 Tetap Digelar Sesuai Jadwal
Bagi Fadia, kerja kerasnya bersama Apriyani layak menjadi kepuasan batin yang harus diolah, sebagai motivasi agar bermain konsisten.
"Kalau dari saya pastinya ada kepuasan untuk diri sendiri, ingin mengapresiasi diri sendiri. Semoga tahun depan bisa lebih tinggi lagi (peringkatnya)," tuturnya.
Berdasarkan catatan BWF, ganda putri Apri/Fadia mengalami kemajuan positif pada pekan ke-50 tahun 2022, dengan naik dua posisi menjadi peringkat ke-12 dunia.
Baca Juga: Menteri PUPR-Gubernur Jabar Unjuk Gigi Main Olahraga Gateball di Hadapan Presiden Jokowi
Apriyani/Fadia tampil untuk pertama kali sebagai pasangan pada agenda SEA Games Vietnam, Mei lalu. Setelah itu, mereka langsung mencuri perhatian pecinta bulutangkis dalam dan luar negeri, usai tampil secara resmi pada rangkaian turnamen BWF Super Series lewat kemampuan mereka mengalahkan pasangan yang lebih superior.
Hanya dengan memainkan 9 turnamen BWF yang diawali dari Indonesia Masters pada Juni, Apriyani/Fadia yang semula berada pada peringkat ke-210 melesat hingga peringkat ke-12 hanya dalam waktu 6 bulan.
Meski kompetisi 2022 berlangsung cukup mulus, namun Apriyani/Fadia mulai menemui hambatan jelang akhir tahun. Pada beberapa pertandingan terakhir, Apriyani/Fadia justru menelan kekalahan dari lawan-lawan yang sebelumnya mampu mereka atasi pada pertemuan pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: