Senin, 30 JUNI 2025 • 07:32 WIB

Inter Miami Dibantai PSG 4-0, Lionel Messi Diejek Habis-Habisan oleh Suporter

Author

Lionel Messi saat membela Inter Miami vs PSG di Piala Dunia Antarklub. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

INDOZONE.ID - Lionel Messi mengalami momen memalukan saat Inter Miami dibantai oleh mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), di pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025 yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat.

PSG langsung tampil mendominasi sejak wasit Wilton Sampaio meniup peluit dan unggul telak dengan skor 4-0 di babak pertama.

Gol-gol PSG dicetak oleh Joao Neves (2 gol), Achraf Hakimi, dan satu gol bunuh diri dari bek Inter Miami, Tomas Aviles.

Meskipun PSG mengendurkan serangan di babak kedua, Inter Miami tetap gagal mencetak gol balasan. Skor akhir 4-0 menggambarkan betapa jauhnya perbedaan kualitas antara kedua tim dalam pertandingan ini.

Baca juga: Alessandro Del Piero Jagokan PSG Menangkan Piala Dunia Antarklub 2025

PSG Bangkit Sejak Kepergian Messi

Lionel Messi saat membela Inter Miami vs PSG di Piala Dunia Antarklub. (IMAGN IMAGES via Reuters/Dale Zanine)

Messi sendiri pernah membela PSG selama dua musim sebelum akhirnya hengkang pada 2023. Saat itu, ia merasa klub asal Paris tersebut tidak cukup kuat untuk bersaing memperebutkan Liga Champions.

Di bawah arahan Luis Enrique yang juga merupakan mantan pelatih Messi di Barcelona, PSG berhasil meraih gelar Liga Champions dan mulai membuat reputasi sebagai klub yang berprestasi, bukan hanya kuat dalam finansial.

Kemenangan atas Inter Miami ini menjadi salah satu bukti bahwa PSG telah berkembang menjadi tim tangguh di dunia.

Baca juga: Enggak Puas Juarai Liga Champions Musim Ini, Nasser Al Khelaifi Ingin PSG Menang di Piala Dunia Antarklub 2025

Lionel Messi Jadi Sasaran Ejekan Suporter

Beberapa penonton pertandingan PSG vs Inter Miami mengangkat banner yang mengejek Lionel Messi. (Sumber/Istimewa)

Messi yang kini berusia 38 tahun, menjadi target perhatian di pertandingan ini. Alih-alih mendapat sambutan hangat, ia justru dihujani ejekan dari tribun penonton.

Beberapa suporter di Stadion Mercedes-Benz membawa spanduk bernada hinaan yang menggambarkan Messi dengan kepala botak, janggut beruban, dan gigi ompong, bukti bahwa dirinya dianggap sudah habis.

Di media sosial, cibiran tak kalah pedas bermunculan.

Baca juga: Lionel Messi: Saya dan Cristiano Ronaldo Bukan Teman, Tapi Kami Saling Menghormati

“Pertandingan ini seperti ritual penghinaan untuk Messi,” tulis salah satu pengguna X (dulu Twitter).

“Messi cuma jalan-jalan di lapangan,” keluh warganet lainnya.

“Sepertinya PSG datang dengan niat membalas dendam, balasan untuk semua omongan kasar saat Messi meninggalkan klub. Ini terasa personal!” tulis komentar lain.

Momen ini menunjukkan betapa kerasnya tekanan terhadap Messi, terutama ketika performanya tidak lagi sekuat masa kejayaannya di Barcelona.

Luis Enrique Tetap Hormati Lionel Messi

Lionel Messi saat membela Inter Miami vs PSG di Piala Dunia Antarklub. (REUTERS/Amanda Perobelli)

Meski pasukannya tampil luar biasa, pelatih PSG, Luis Enrique, tetap menunjukkan respek kepada Messi dan eks pemain Barcelona lainnya.

Dalam konferensi pers sebelum laga, Enrique menekankan bahwa dalam sepak bola, siapa pun yang lengah hanya dalam hitungan detik akan langsung berada dalam posisi sulit.

Enrique yakin Inter Miami masih punya kualitas, meski akhirnya kalah telak di pertandingan tersebut.

Baca juga: Kylian Mbappe Akui Banyak Belajar dari Lionel Messi saat Masih Berseragam PSG

“Dalam sepak bola, siapa pun yang lengah selama 10 detik saja akan tahu akibatnya. Mereka (Inter Miami) masih punya kualitas, mereka belum kehilangan itu,” ujar Enrique.

Enrique mengaku telah menyaksikan tiga laga terakhir Inter Miami serta beberapa pertandingan sebelumnya. Menurutnya, Inter Miami memiliki gaya bermain yang terstruktur dan bisa menyulitkan lawan jika tidak ditekan.

Ia memuji Sergio Busquets yang masih bermain tenang di lini tengah, Messi yang tetap memiliki kontrol bola istimewa, serta Luis Suarez yang masih berperan dalam mengeksekusi peluang. Jordi Alba pun dinilainya masih berbahaya ketika menusuk ke kotak penalti.

Tak hanya itu, Enrique menyoroti kombinasi Messi dan Alba yang masih menjadi senjata Inter Miami. Menurutnya, jika tim asuhan Javier Mascherano mampu menjaga intensitas permainan, mereka tetap bisa menjadi ancaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Di Media Sosial, DAZN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU